Beranda > PHP > Mempercepat loading wordpress

Mempercepat loading wordpress

Cara Pertama

Untuk mempercepat loading wordpress banyak langkah yang bisa di lakukan, kenapa perlu loading wordpress lebih cepat, karena loding dapat berpengaruh pada visitor, dan page rangking. Dengan loading worpdress yang lambat, visitor dapat saja meninggalkan blog kita, dan ini merugikan pemilik blog sendiri.

Banyak hal yang menjadi penyebab dan sebab yang mengakibatkan wordpress menjadi lambat loadingnya. Salah satunya penggunaan plugins yang berlebihan, banyaknya request http, dan lain lainnya. Disini saya kumpulkan cara mempercepat loading blog wordpress tanpa plugins yang saya kompilasi dari berbagai blog.

  1. Minimalisir Whitespace di kode PHP dan CSS
    Mengurangi whitespace di kode php dan css, bisa menggunakan software ketiga atau mengeditnya secara manual. Seperti cssFormating.
  2. Repair dan Optimasi Database
  3. Kita bisa mengoptimasi database dan repair dari phpmyadmin.
  4. Hapus Plugins Tidak Perlu
  5. Hapus Banner affliasi dari sidebar

Cara Kedua

Mempercepat loading blog wordpress dengan meminimalkan permintaan queri ke database.

Seperti kita ketahui WordPress adalah mesin blog yang dibangun dengan bahasa pemrograman PHP dan basis data (database) MySQL, sehingga setiap kali blog diakses maka akan terjadi permintaan queri ke database terlebih dahulu sebelum sebuah postingan atau yang lainnya ditampilkan ke pembaca. Semakin banyak permintaan queri ke database maka akan semakin lama waktu loading yang dibutuhkan.

Supayaloading blog menjadi lebih cepat, maka kita harus meminimalkan permintaan queri ke database (membuatnya menjadi static dalam waktu tertentu dalam bentuk cache), caranya bisa menggunakan plugin DB Cache Reloaded, W3 Total Cache, WP Widget Cache atau yang lainnya.

Walaupun mungkin sudah ada yang menggunakan plugin tersebut, kita masih bisa mengoptimalkannya lagi. Seperti kita ketahui sebenarnya ada beberapa permintaan queri yang bisa kita pangkas atau membuatnya menjadi static untuk selamanya (sesuai kebutuhan), seperti nama blog dan tagline atau diskripsi blog, carshet Content-Type blog, language_attributes, url feed blog, url xmlrpc, url file css, javascript dan lain-lain yang ada di file header.php yang ada di folder theme.

Berikut contohnya, untuk nama blog dan tagline kode akan ditulis seperti ini (tidak persis sama tergantung jenis themenya) :

PHP Code:

 

1    <h1 id="title"><a href="<?php bloginfo('url'); ?>/"><?php bloginfo('name'); ?></a></h1>
2    <div id="tagline"><?php bloginfo('description'); ?></div>

 

kode tersebut biasanya ditempatkan di file header.php yang ada di folder theme atau file header.php yang ada di folder template (seperti theme inove), theme lain malah ada yg ditempatkan di file functions.php, intinya cari tag H1 ini biasanya digunakan untuk judul blog dan diskripsi/tagline.Tag tersebut bisa kita buat menjadi static contohnya jadi seperti ini :

PHP Code:
1    <h1 id="title"><a href="http://domainanda.com"/>Nama Blog Anda</a></h1>
2    <div id="tagline">Diskripsi/Tagline Blog Anda</div> 

Sesuaikan dengan url blog, nama blog dan diskripsi blog anda.Untuk language_attributes, carshet Content-Type, url feed blog, url xmlrpc, url file css, javascript dan lain-lain biasanya kodenya tertulis seperti ini (dinamic ) :

PHP Code:
1    <!DOCTYPE html PUBLIC "-//W3C//DTD XHTML 1.0 Transitional//EN" "http://www.w3.org/TR/xhtml1/DTD/xhtml1-transitional.dtd">
2    <html xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml" <?php language_attributes('xhtml'); ?>>
3    <head profile="http://gmpg.org/xfn/11">
4    <meta http-equiv="Content-Type" content="<?php bloginfo('html_type'); ?>; charset=<?php bloginfo('charset'); ?>" />
5    <link rel="alternate" type="application/rss+xml" title="<?php _e('RSS 2.0 - all posts'); ?>" href="<?php bloginfo( 'rss2_url' ); ?>" />
6    <link rel="alternate" type="application/rss+xml" title="<?php _e('RSS 2.0 - all comments'); ?>" href="<?php bloginfo('comments_rss2_url'); ?>" />
7    <link rel="pingback" href="<?php bloginfo('pingback_url'); ?>" />
8    <style type="text/css" media="screen">@import url( <?php bloginfo('stylesheet_url'); ?> );</style>
9    atau
10    <link rel="stylesheet" href="<?php bloginfo('stylesheet_directory'); ?>/stye.css" type="text/css" media="screen" />
11    <script type="text/javascript" src="<?php bloginfo('template_url'); ?>/javascript.js"></script>
Dibuat static menjadi seperti di bawah ini (jangan lupa dibackup dulu code aslinya atau sekalian satu file utuh untuk berjaga-jaga ada kesalahan penulisan) atau bisa dicoba di server lokal :
PHP Code:

1    <!DOCTYPE html PUBLIC "-//W3C//DTD XHTML 1.0 Transitional//EN" "http://www.w3.org/TR/xhtml1/DTD/xhtml1-transitional.dtd">
2    <html xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml" dir="ltr" lang="en-US" xml:lang="en-US">
3    <head profile="http://gmpg.org/xfn/11">
4    <meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=UTF-8" />
5    <link rel="alternate" type="application/rss+xml" title="RSS 2.0 - all posts" href="http://domainanda.com/feed" />
6    <link rel="alternate" type="application/rss+xml" title="RSS 2.0 - all comments" href="http://domainanda.com/comments/feed" />
7    <link rel="pingback" href="http://domainanda.com/xmlrpc.php" /> <style type="text/css" media="screen">@import url( http://domainanda.com/wp-content/themes/folderthemeanda/style.css);</style>
8    atau
9    <link rel="stylesheet" href="http://domainanda.com/wp-content/themes/folderthemeanda/style.css" type="text/css" media="screen" />
10
11    <script type="text/javascript" src="http://domainanda.com/wp-content/themes/folderthemeanda/namafilejavascriptanda.js"></script> 

Kode tersebut bisa dicek dengan melihat source code blog masing-masing silahkan disesuaikan. Untuk url feed juga bisa langsung diganti dengan url feedburner anda.

Selain di file header.php di bagian footer dan sidebar juga ada coding php yang sifatnya dinamic (queri sql ke database) seperti nama blog, url rss, Subscribe to RSS, email feed dan lain-lain. Bahkan beberapa plugin yang kita gunakan bisa kita buat static seperti url css, javascript dan lain-lain dan bisa dikombine jadi satu file, disamping mengurangi queri ke database juga untuk mengurangi http request. Kalaupun masih menggunakan plugin semisal DB Cache dan sejenisnya maka permintaan queri cachenya akan menjadi minimal, karena sebagian besar sudah kita buat jadi static, sehingga beban server juga makin berkurang.

Source :

http://mandailingnatal.com/2011/07/08/mempercepat-loading-wordpress.php

http://www.forumkami.net/forum-wordpress/52755-cara-mempercepat-wordpress.html

Kategori:PHP
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: