Beranda > Renungan > Kecerobohan IT Support yang Bisa Membahayakan Jaringan

Kecerobohan IT Support yang Bisa Membahayakan Jaringan

Salah satu hal yang paling dikeluhkan support adalah kecerobohan yang dilakukan user. Namun sejujurnya, kita harus mengakui bukan pemula komputer saja yang mlakukannya. Seorang IT Support pun juga bisa melakukan kecerobohan. IT juga Manusia😀

Gunakan log pada waktu menangani suatu masalah.
Jika ada musibah yang menghancurkan komputer atau operating system gagal, dan Anda harus mulai lagi lagi awal. Situasinya bahkan tidak harus sedrastis itu; bagaimana jika Anda hanya melakukan perubahan baru yang tidak bekerja sesuai harapan, dan Anda tidak begitu ingat setting yang lama? Membuat dokumentasi memang membutuhkan waktu, tetapi sama seperti backup, itu patut dilakukan.

Tidak Menyediakan Tempat untuk Log
Salah satu cara untuk menghemat ruang harddisk adalah dengan tidak meng-enable log atau mengeset ukuran file log sekecil mungkin. Masalahnya adalah ruang harddisk relatif murah, dan berjam-jam menarik rambut pada waktu Anda menangani suatu masalah tanpa log, yang membantu Anda untuk mengetahui apa yang terjadi bisa jadi mahal, dalam hal uang dan frustasi. Beberapa aplikasi tidak meng-enable log mereka secara otomatis. Namun jika Anda ingin terhindar dari penderitaan pada waktu terjadi suatu masalah, lakukan filosofi “semua yang bisa di-log, harus di-log”.

Tidak Meluangkan Waktu untuk Menginstalasi Update Penting
Sindrom “Itu tidak akan pernah terjadi ke saya”, telah menjadi kejatuhan banyak jaringan. Ya, update dan patch kadang melumpuhkan aplikasi penting, menyebabkan masalah konektivitas, atau bahkan membuat operating system menjadi crash. Anda harus mengetes update secara menyeluruh, sebelum mengimplementasikan mereka untuk mencegah hal tersebut. Namun, Anda harus melakukannya sesegera mungkin, dan instalasi upadate begitu Anda anggap aman. Ingat bahwa Nimda dan virus besar lainnya atau worm telah membuat kerusakan sistem yang sulit diperkirakan, meskipun patch untuk mereka telah dirilis.

Menghemat Waktu dan Uang dengan Tidak Melakukan Upgrade
Meng-upgrade operating system dan aplikasi yang sangat kritikal bisa menghabiskan waktu dan mahal. Namun tidak melakukan upgrade untuk waktu yang lama bisa memberatkan beban Anda, terutama dalam hal sekuriti. Ada dua alasan untuk itu:

Pertama, software baru biasanya mempunyai mekanisme sekuriti yang lebih banyak. Sekarang ini, fokus untuk menulis kode yang aman jauh lebih besar disbanding tahun-tahun dulu. Kedua, vendor biasanya menghentikan support untuk software lama setelah beberapa waktu. Itu berarti mereka tidak lagi merilis patch sekuriti untuk software tersebut. Jadi, jika Anda menjalankan software lama, Anda tidak terlindung dari ancaman-ancaman baru. Jika meng-upgrade semua sistem di organisasi Anda tidak memungkinkan, lakukan upgrade secara bertahap, dengan terlebih dulu memilih bagian yang paling rentan.

Mengelola Password Secara Ceroboh
Meskipun otentikasi multifaktor (smart card, biometric) semakin populer, sebagian besar organisasi masih bergantung pada user name dan password untuk masuk ke jaringan. Kebijakan password yang lemah dan pengelolaan password yang ceroboh, menciptakan link yang lemah sehingga memungkinkan penyerang untuk menyusup ke sistem Anda, tanpa perlu kemampuan teknis yang tinggi. _Beberapa manajer IT mempunyai gaya menajeman yang hebat dan beberapa ada yang kurang. Para manajer juga cukup sering melakukan kesalahan.

Fokus pada Teknologi dan Bukan pada Bisnis
Manajer TI biasa datang dari latar belakang teknis, baik infrastruktur atau pngembangan. Berdasarkan akar teknis,mereka cenderung memfokuskan diri ke bidang keahlian mereka sementara pada kenyataannya mereka harus mencari cara untuk men-support, menjalankan, dan meningkatkan bisnis. Untuk menjadi sukses, manajer TI harus menjadi pemimpin bisnis, dan mengubah fokus dan keahlian mereka ke isu dan masalah bisnis dulu.

Berpikir “jauh di mata, jauh di hati”
Penting untuk diingat bahwa dalam TI, tidak ada berita bukanlah berita baik. Manajer TI cenderung terus melangkah tanpa melihat kemajuan mereka. Pekerjaan paling besar adalah penilaian. Ada beberapa cara untuk melakukannya. Anda bisa melakukan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, dan Threats), atau Anda bisa melakukan penilaian TI secara formal. Anda bahkan bias menggunakan sistem scorecard untuk melihat di mana diri Anda.

Berpikir Bahwa Tim Anda Telah Mengatasinya
Pada acara TV “The Apprentice”, banyak tim yang berakhir karena si pemimpin mendelegasikan pekerjaan, tetapi tidak terus mengikuti untuk memastikan pekerjaan dilakukan dengan benar. Sudah menjadi tugas pemimpin untuk memastikan bahwa pekerjaan dilakukan dengan benar.

Tidak Menginspeksi Apa yang Diharapkan
Kesalahan ini bersumber dari kesalahan nomor 3, tetapi bias dibawa terus ke dalam aspek TI yang lain. Sebagai contoh, Anda mengharapkan performa yang baik dari server, tetapi tidak punya sistem untuk memastikan mereka bekerja pada kemampuan penuh. Pada akhirnya ini akan menuju ke perencanaan yang buruk, anggaran, karyawaan, dan seterusnya. Untuk menghindari hal tersebut, buat daftar lengkap ekspektasi untuk seluruh bagian Anda. Ini bisa meliputi proyek kritikal, performa jaringan dan server, kepuasan client, dan seterusnya. Cek lagi daftar tersebut untuk memastikan Anda telah menginspeksi semua ekspektasi. Buat checklist atau buat daftar disiplin harian untuk melihat semua yang perlu diinspeksi tiap hari.

Tidak Membuat Perkongsian dengan Manajemen
Banyak manajer TI yang melapor ke bagian operasional dan keuangan, daripada ke direktur. Satu-satunya cara supaya TI menjadi efektif dan elemen bisnis yang strategis adalah melalui perkongsian dengan para eksekutif. Anda harus membuat laporan, pengamatan, dan kepemimpinan Anda mempunyai Password harus panjang dan kompleks (atau lebih baik lagi, suatu kalimat), meminta user untuk mengganti mereka secara rutin, dan jangan perbolehkan penggunaan password yang sama secara berulang-ulang. Implementasikan kebijakan password melalui group policy Windows atau produk pihak ketiga. Pastikan bahwa user tahu pentingnya merahasiakan password, dan beritahu cara-cara yang mungkin dilakukan oleh orang lain untuk mengetahui password mereka. Jika memungkinkan, implementasi metode otentikasi kedua, selain password atau PIN.

Ingin Selalu Menyenangkan Semua User
Administrator jaringan bukanlah pekerjaan untuk seseorang yang harus disukai oleh semua orang. Anda seringkali akan membuat dan mengimplementasikan yang tidak disukai oleh user. Tahan keinginan untuk membuat pengecualian (“oke, kita akan mengonfi gurasi fi rewall supaya Anda bisa menggunakan instant messaging, karena Anda memintanya dengan sopan.”) Sudah menjadi tugas Anda untuk melihat bahwa user mempunyai akses yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan mereka, dan tidak lebih.

Ingin Selalu Mempersulit User
Sama seperti pentingnya untuk bersikap tegas pada waktu sekuriti atau integritas jaringan dipertaruhkan, penting juga untuk mende ngar manajemen dan user Anda. Cari tahu apa yang mereka butuhkan untuk melakukan pekerjaan mereka, dan permudah mereka sebisa mungkin tetap di dalam batas tugas Anda (jaringan yang aman dan andal). Jangan sampai lupa alasan awal mengapa jaringan itu ada: supaya user bisa berbagi fi le dan perangkat, mengirim dan menerima email, mengakses Internet, dan seterusnya. Jika Anda mempersulit hal tersebut, mereka akan mencari cara untuk melewati prosedur sekuriti Anda, yang mungkin akan mendatangkan ancaman yang lebih buruk.

Membuat Diri Anda Tidak Tergantikan dengan Tidak Melatih Orang Lain untuk Melakukan Pekerjaan Anda
Ini merupakan kesalahan yang sering dilakukan di dunia bisnis, tidak hanya di TI. Anda pikir jika hanya Anda yang tahu bagaimana konfi gurasi mail server atau di mana semua switch berada, maka pekerjaan Anda akan aman. Ini juga yang menjadi alasan lain mengapa beberapa administrator tidak mendokumentasikan konfi gurasi jaringan dan perubahannya. Fakta yang menyedihkan adalah: tidak ada yang tidak tergantikan. Jika Anda mengalami kecelakaan keesokan harinya, perusahaan akan tetap berjalan. Sifat Anda yang merahasiakan segalanya akan membuat sesuatunya menjadi jauh lebih sulit bagi penerus Anda, tetapi pada akhirnya ia akan tahu. Sementara itu, dengan tidak melatih orang lain untuk melakukan pekerjaan Anda, bisa berarti Anda mengunci diri sendiri ke dalam posisi tersebut sehingga sulit untuk mendapatkan promosi, atau bahkan liburan._

Terus Menguras Tenaga
Banyak manajer IT yang tidak berlibur dalam setahun atau lebih dan secara rutin bekerja lebih dari 70 jam seminggu. Ini bukan hanya kesalahan, tetapi juga resep bencana. Kadang kita berpikir bisnis tidak akan berjalan tanpa kita. Yang sebenarnya adalah bisnis tidak bisa berjalan, jika kita terus memaksakan diri. Itu hanya mendorong turunnya produktivitas, dan pada akhirnya, Anda menyerah atau tidak puas. Tolonglah diri Anda, bisnis Anda, karyawan Anda, dan keluarga Anda, dan berliburlah.

Tidak Mengetes Backup
Salah satu aspek pekerjaan yang paling penting adalah memastikan backup yang andal. Kegagalan pada hardware tidak tidak dielakkan. Meskipun ada fault tolerance, tetapi itu juga bias gagal. Jangan pernah sedikit pun menganggap bahwa jika Anda punya tape dan jika semuanya terlihat oke di sistem Anda, maka semuanya oke. Anda harus mengetes backup secara reguler. Lakukan tes kerusakan, dan pastikan Anda bisa memulihkannya.

Tidak Meminta Bantuan
Manajer dan support yang mencoba mengatasi masalah sendiri tanpa memberitahu orang lain atau bahkan membaca manual, bisa berakibat fatal. Jika terlalu sulit, mintalah bantuan. Kunci manajemen TI yang sukses adalah bukan mengetahui jawaban yang benar; tapi bisa mencarinya dan menjalankan solusi secepat dan seefi sien mungkin. Jangan ragu untuk mendatangkan para ahli jika dibutuhkan.

Tidak Meluangkan Waktu untuk Pengembangan Diri
Tidak ada alasan untuk kesalahan ini. Pengembangan diri bukanlah tanggung jawab perusahaan, tapi Anda. Setiap manajer TI hendaknya meluangkan waktu paling sedikit 30 menit untuk pengembangan diri. Yang sering menjadi alas an adalah kurangnya waktu atau uang. Jawabannya ada di berhasil tidaknya pengaturan uang dan waktu.

Tidak Mencari Penasihat Atau Pelatih
Cara paling cepat untuk berhasil adalah dengan mencari seseorang yang ada di situ, dan kemudian meniru orang tersebut. Jalan paling cepat ke penderitaan, kerja keras, dan kegagalan adalah dengan berjalan sendiri. Apakah Anda di manajemen atau bukan, Anda harus selalu punya penasihat atau pelatih, dan Anda harus menasihati atau melatih orang lain. Seorang pelatih akan membantu Anda untuk mendapatkan lebih dengan menanamkan kebijaksanaan, tanggung jawab, dan nasihat penting pada waktu dibutuhkan. Dengan melatih atau menasihati orang lain, Anda tidak hanya melakukan hal yang sama, tetapi juga memantapkan konsep Anda dengan mengajarinya ke orang lain.

Disadur dari www.pcmedia.co.id

Kategori:Renungan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: