Updates from Oktober, 2009 Hide threads | Tombol Pintas

  • Menyingkat Syntax IF (di PHP) 

    yayakmpf 22:38 on 19 October 2009 Permalink | Balas

    Sebagai programer, tentu seringkali dihadapkan pada penggunaan syntax IF. Dimana IF construct tersebut digunakan untuk mengatur alur logika program. Jarang sekali ditemukan aplikasi yang tidak menggunakan syntax ini. Wajib ada kayak nya deh..
    Umumnya IF construct dalam PHP adalah sebagai berikut :

    if (expr1) {
    // pernyataan jika expr1 true
    } else if (expr2) {
    // pernyataan jika expr2 true
    } else {
    // pernyataan jika expr1 dan expr2 false
    }

    Contoh penggunaan:

    if ($status = ‘0′)
    echo ‘Guest’;
    else
    echo ‘Member’;

    Dari contoh tersebut, dibutuhkan 4 baris untuk menghasilkan output “Guest” atau “Member”

    Ok, tanpa panjang kata.., kita akan menyingkat syntax IF tersebut, menjadi sbb :

    echo $status == ‘0′ ? ‘Guest’ : ‘Member’;

    Cukup simple bukan ?..hanya satu baris saja untuk menghasilkan output yang sama.., bandingkan dengan 4 baris sebelumnya.

    Syntax nya :
    echo expr ? ‘value if true’ : ‘value if false’;

    Jika ingin simpan variable :
    $var = expr ? ‘value if true’ : ‘value if false’;

    Simple, Hemat dan Mudah…:)

     
  • RSS Extractor and Displayer 

    yayakmpf 16:00 on 18 August 2009 Permalink | Balas

    rssScript php dibawah ini dapat digunakan utk menampilkan RSS content dari situs tertentu.  Menggunakan rsslib dari scriptol.com

    Online Demo : http://yayak.web.id/scriptz/phprss/

    Core script : index.php dan rsslib.php

    File index.php :

    <?php include “rsslib.php”; ?>
    <marquee direction=”up” width=”100%” height=”215px” loop=”-1″ scrollAmount=1 scrollDelay= 25 truespeed
    onMouseOver=”javascript:stop();” onMouseOut=”javascript:start();”>
    <?php echo RSS_Display(“http://situstujuan/rss/“, 10); ?>
    </marquee>

    note : ganti url situs tujuan dg link rss situs yg di maksut

    Selanjutnya File rsslib.php

    - Baca selengkapnya>

     
  • Set a new ‘root’ password with mysqladmin in Xampp 

    yayakmpf 11:18 on 23 February 2009 Permalink | Balas

    In the \xampp\mysql\bin directory enter into the console:

    mysqladmin -u root password secret

    Ok, “secret” should be your secret password. Then update the password for PHPMyAdmin. Open the “config.inc.php” in \xampp\phpmyadmin an edit following lines:

    INSTEAD OF …

    $cfg['Servers'][$i]['user']          = ‘root’;
    $cfg['Servers'][$i]['password']      = ”;

    NOW …

    $cfg['Servers'][$i]['user']          = ‘root’;
    $cfg['Servers'][$i]['password']      = ’secret’;

    console

    console

     
  • Dasar-dasar PHP – MySQL 

    yayakmpf 12:02 on 23 January 2009 Permalink | Balas

    1. Membuat koneksi

    <?php
    $hostmysql = “localhost”;
    $username = “mysqlusername”;
    $password = “mysqlpassword”;
    $database = “namadatabase”;

    $conn = mysql_connect(”$hostmysql”,”$username”,”$password” );
    if (!$conn) die (”Koneksi gagal”);
    mysql_select_db($database,$conn) or die (”Database tidak ditemukan”); >

    Penjelasan Script:
    a. mysql_connect
    digunakan untuk membuat koneksi dari PHP ke server MySQL. Data mengenai hostname, mysql username, dan password yang digunakan telah diwakilkan oleh variabel $hostmysql, $username, $password. Penulisannya akan sama dengan:
    mysql_connect(”localhost”,”username”,”password”);
    b. mysql_select_db
    untuk memilih database yang akan digunakan.
    c. if (!$conn) die (”Koneksi gagal”);
    jika koneksi gagal dibuat (!$conn), maka akan muncul pesan kesalahan

    Setiap operasi PHP yang berhubungan dengan MySQL, akan membutuhkan sintaks diatas. agar lebih mudah, lebih baik disimpan terlebih dahulu dengan nama konfig.php. Jika sintaks tersebut dibutuhkan lagi, maka kita melakukan include terhadap file konfig.php tersebut.

    2. Membuat tabel pada MySQL

    <?php
    include (”konfig.php”);
    mysql_query(”CREATE TABLE user (
    namadpnVARCHAR(20),
    namablkg VARCHAR(20),
    negara VARCHAR(20))”); ?>

    Penjelasan script:
    1. include (”konfig.php”);
    perintah include digunakan untuk mengikut sertakan sebuah file (pada contoh diatas adalah file konfig.php).
    2. mysql_query
    format umum dari perintah ini adalah mysql_query(string dari query).
    mysql_query akan sering dijumpai pada artikel kali ini.

    3. Memasukkan data pada tabel

    <?php
    include (”konfig.php”);
    $insert = “INSERT INTO users (namadpn,namablkg,negara)
    VALUES (’Saya’,’Sendiri’,’Indonesia’)”;
    mysql_query($insert) or die (”tidak dapat memasukkan data ke tabel”);?>

    4 . Menampilkan data dari tabel
    <?php
    include (”konfig.php”);
    $query = “SELECT * FROM user”;
    $result = mysql_query($query);
    $numrows = mysql_num_rows($result);
    while($row = mysql_fetch_array($result)){
    echo “Jumlah data: $numrows <br>”;
    echo “Nama Depan: $row[namadpn] <br>”;
    echo “Nama Belakang: $row[namablkg] <br>”;
    echo “Negara: $row[negara]“;
    } ?>

    Penjelasan script:
    1. mysql_num_rows
    digunakan untuk menghitung jumlah baris yang didapat dari hasil eksekusi query (mysql_query).
    2. while ( ) {
    }
    digunakan untuk melakukan perulangan selama data yang yang diinginkan masih ada. (dalam contoh diatas: akan menampilkan semua isi dari table).
    3. mysql_fetch_array
    menampilkan data dari tabel dalam bentuk array

    SESSION

    Aplikasi sering memanfaatkan teknologi session untuk menyimpan data user yang login dan koneksi database. Database yang digunakan adalah langganan saya yaitu MySQL. Aplikasi login form ini digunakan untuk membuat sistem login keanggotaan pada sebuah website, dimana data-data membernya akan disimpan dalam sebuah table database. Untuk validasi login tidak ada, artinya tidak ada validasi di sisi client, validasi hanya ada pada server, menggunakan PHP. Ini hanya merupakan contoh pemanfaatan database dan session. Bagaimana cara membuatnya ?

    Pertama, akan dibuat HTML form, yaitu form yang digunakan untuk login. Beri nama dengan form.html (sebenarnya terserah sih, saya hanya menyarankan saja). Berikut kode yang digunakan untuk membangun form sederhana.

    <form action=”proseslogin.php” method=”post”>
    Username
    <input name=”user” type=”text” />
    Password
    <input name=”password” type=”password” />
    <input value=”Login” type=”submit” />
    </form>

    Langkah kedua adalah dengan membuat tabel dalam database. Karena dalam artikel aplikasi login form menggunakan MySQL sebagai databasenya, maka saya akan menggunakan tool PHPmyAdmin untuk membuat database, lebih mudah dan nyaman, apalagi tool ini juga digunakan di Internet sebagai standart database managable(halah…). Berikut kode SQL yang saya gunakan untuk membuat table. Oh iya, nama tabelnya login

    CREATE TABLE `login` (
    `username` VARCHAR( 50 ) NOT NULL ,
    `password` VARCHAR( 32 ) NOT NULL ,
    PRIMARY KEY ( `username` )
    ) TYPE = innodb;

    Langkah ketiga adalah membuat script yang digunakan untuk melakukan proses login. nama filenya proseslogin.php (sesuai dengan apa yang tertulis di form login). Berikut scriptnya

    <?php
    //— set session_start(),karena kita akan menggunakan session
    session_start();
    //— koneksi dengan database dulu bos.
    //—- mohon disesuiakan dengan keadaan server masing-masing
    //— karena tidak sama loh. Saya menggunakan server lokal
    mysql_connect(“localhost”,”root”,”");
    mysql_select_db(“login”);

    //— sekarang baru ke proses login
    //— $_POST["username"] berisi data username yang dimasukkan oleh user,
    $username=$_POST["username"];
    //– $_POST["password"] berisi data password yang dimasukkan oleh user
    //— nanti di enkripsi dengan md5
    $password=md5($_POST["password"]);
    //— perintah query untuk mengecek keberadaan user tersebut,
    //–jika ada maka user tersebut boleh masuk,
    $cek=”select * from login
    where username=’$username’ and password=’$password’”;
    $jalankan=mysql_query($cek);
    //– cek dengan mysql_num_rows
    if (mysql_num_rows($jalankan)){
    ///– set sesi dengan nama member, isinya adalah username yang dimasukkan tadi.
    $_SESSION["member"]=$username;
    echo “Anda berhasil login, disini halaman user”;
    }
    else{
    echo “Gagal login, keluar dari sistem ini sekarang!”;
    }
    ?>

    Selamat mencoba…….

     
  • yayakmpf 12:57 on 12 June 2008 Permalink | Balas

    Base64_Encode adalah salah satu fungsi enkripsi data yang tersedia pada PHP yang biasa dipakai oleh para programmer untuk meningkatkan pengamanan berbagai source code yang dibuatnya apalagi jika akan didistribusikan secara bebas.

    Nah, pada kesempatan ini saya bukan bermaksud mengajari para master, namun berbagi informasi saja terutama buat teman-teman yang mungkin dibikin bingung tujuh keliling gara-gara Base64_Encode yang bermunculan pada joomla.

    Pada beberapa komponen akan ditemukan
    eval(stripslashes(base64_decode(VGhpcyBpcyBhbiBlbmNvZGVkIHN0cmluZw==)))
    Biasanya enskripsinya tersebut juga menyisipkan hal-hal yang kurang sip bagi pemakainya.

    Untuk menyelesaikannya coba kita lihat contoh ini:

    <?php
    $str=”This is an encoded string”;
    echo base64_encode($str);
    //hasil : VGhpcyBpcyBhbiBlbmNvZGVkIHN0cmluZw==
    echo “
    “;
    //string dalam tanda petik adalah chipertext dari sting “VGhpcyBpcyBhbiBlbmNvZGVkIHN0cmluZw==”
    $str = ‘VGhpcyBpcyBhbiBlbmNvZGVkIHN0cmluZw==’;
    echo base64_decode(“$str”);
    //hasil : This is an encoded string
    ?>

    Coba gunakan cara berikut ini untuk memecahkan source code yang di enskripsi tersebut:
    <?php

    // Membuka filerahasia.txt
    $fp1 = fopen (“filerahasia.txt”, “r”);
    // Membaca isi content filerahasia.txt
    $contents = fread ($fp1, filesize (“filerahasia.txt”));
    // Menutup filerahasia.txt
    fclose($fp1);

    //Pada saat menemukan kalimat eval dan gzinflate di awal maka format
    while (preg_match(“/eval\(gzinflate/”,$contents)) {

    //Proses decode content di mulai

    $contents=preg_replace(“/<\?|\?>/”, “”, $contents);
    eval(preg_replace(“/eval/”, “\$contents=”, $contents));
    }

    // Membuka file hasil.txt
    $fp2 = fopen(“hasil.txt”,”w”);
    // Menulis content hasil decoding ke hasil.txt
    fwrite($fp2, trim($contents));
    // Tutup buku
    fclose($fp2);
    ?>

    Selamat mencoba, semoga sesuai harapan.

     
  • PHP 2 EXE ? Why NOT ? 

    yayakmpf 11:51 on 11 June 2008 Permalink | Balas

    PHP adalah bahasa programming yang mungkin diutak-atik tiap subuh oleh rekan2 webmaster. Sebenarnya inti tutorial ini bukan buat bahas PHP [lah terus..?], tp bahas yang namonyo Bamcompile yaitu freeware buat compile _script_ php jd EXE…[koq bisa...?] bamcompile itu kompiler PHP ke EXE lewat command prompt. executable file yang dihasilkan sepenuhnyah dijamin 100% standalone alias idak butuh library atau file lainnya. Selain itu bamcompile juga bisa membuat window khusus buat aplikasi PHP . Sebenernyah bamcompile ini ga seperti kompiler laen yang bisa buat native code tapi nyatanya juga bekerja

    Satu hal lagi yang menarik , bamcompile sudah dilengkapi dengan UPX tools [optional]. And, bamcompile hanya bisa 1 membuat program executable nyampe 500-600Kb aja [lumayan]. Bambalam ini diklaim sudah support dg PHP 4.4.4, tapi masih agak error dikit dgn PHP 5.

    Sebelum buat programnya, lebih baik mudeng dulu perintah-perintah yang ada di Bambalam. File project bambalam itu berekstensi *.bcp. Nah, di file projectnya itu ada perintah2 spt dibawah ini:

    mainfilemainfile.php ‘dengan mainfile.php sbg file yang bakan digunakan, namanya bebas
    outfileoutfile.exe ‘outfile.exe sebagai nama program outputnya yg pasti
    iconicon.ico ‘icon.ico sebagai ikon programnya.
    Compress ‘kompres program outputnya dengan UPX (ngga ada juga boleh…)
    donencode ‘maksudnya jangan encode file PHPnya
    windowed ‘pake perintah ini biar program kamu diberi window form.
    _embed_ddirectory/file.php ‘_embed_d-tin suatu file.php kedalam program.
    _embed_dwhole_directory ‘_embed_d-tin semua directory yang ada.
    _embed_ddirectory/*.* ‘_embed_d-tin file *.* apa aja ke dalam program.
    destinationdestination_path ‘tujuan kemana file dibuat, dg destination_path sebagai pathnya.
    extensionpath_to_extension ‘make ekstensi PHP yang dipunya, dg path_to_extension jd pathnya

    nah, perintah itu ketik aja dengan teks editor [notepad,dll]. Pada dasarnya perintah yang dibutuhkan tergantung dari project kamu, mau dikompress atau tidak, di beri window atau tidak , terserah.

    LETS MAKE IT

    Sekarang saatnya membuatnya. ekstrak bambalam.zip-nya, Terus buat folder dengan nama calculate (misalnya….) di dalam direktori bambalam berada. Nah didalam folder ini kalian taruh semua file yang dibutuhkzn, termasuk file projectnya.

    STEP 1

    Buat file projectnya, Source codenya spt ini. [jangan tulis yang warna hijau, itu cuma penjelasan] Tulis pakai Notepad terus simpan dengan nama calculate.bcp.

    ——————copy here——————————————————
    ; My Project CALCUTALOR ‘komentar kamu, bisa aja namanya
    mainfile calculate.php ‘tentuin file php utamanya
    outfile calculate.exe ‘tentuin file outputnya
    compress ‘hasilnya ntar dikompress
    windowed ‘dikasih window biar bagus
    icon calculatehal.ico ‘pake ikon juga, namanya hal.ico
    _embed_ calculate ‘masukin folder calculate diprogram
    extension calculatephp_winbinder.dll ‘pake ekstension khusus, php_winbinder.dll
    —————–end here——————————————————–

    biar ga usah ribet nantinya, buat juga file Batchnya. Pake notepad, simpen dengan nama apa aja asal ekstensinya *.bat. Isinya kayak gini:
    —————copy here———————————————————
    ….bamcompile calculate.bcp
    pause
    ————–end here———————————————————–

    Selanjutnya ekstrak file calculate.zip yang kamu punya ke folder project kamu. Di folder calculate ini ada file PHP yang dikompilasi, berikut ikon, resource, ekstensi (*.dll) sampai file include yang dibutuhin.

    STEP 2

    Sekarang kalian udah punya folder proyek, namanya calculate. Didalamnya ada folder calculate (hasil ekstrak calculate.zip) dan 2 file, calculate.bcp (file project) and file batch, berarti syarat-syaratnya udah lengkap. Tinggal compile deh. Jalanin file batch-kamu itu (double-click aja…). Beng-beng-beng….wow, muncul deh jendela DOS. Bambalam Compiler beraksi !.

    Tekan tombol apa saja, and JRENG….program dari _script_ php jadi EXE…[wak..ka..kak]
    Coba jalanin file Calculate.exe yang ada di folder proyek kamu (calculate).

    Buat download softwarenya disini :

    Download BAMBALAM

    Disadur dari http://indohacking.web.id/index.php?/content/view/12/1/

     
  • Sekilas tentang RSS 

    yayakmpf 09:04 on 20 May 2008 Permalink | Balas

    RSS, atau lazim dikenal dengan Rich Site Summary ( kemudian disebut juga Really Simple Syndication), sebenarnya merupakan sebuah format berbasis XML yang digunakan untuk mendistribusikan content dan informasi dari sebuah website blog, berita, atau bahkan postcast (fi le media yang khusus didistribusikan via web). Apakah kegunaan RSS?Bayangkan anda memiliki beberapa website favorit yang menyediakan informasi khusus, misalnya mengenai resep masakan, kesehatan, olah raga, cerita, foto, dan lain sebagainya. Tanpa RSS, jika Anda ingin mendapatkan berita terbaru, Anda harus pergi ke masing-masing website tersebut untuk melihat apakah terdapat informasi terkini. Dapat dibayangkan jika setiap hari Anda harus mengunjungi website-website tersebut, yang mungkin juga jumlahnya setiap hari semakin banyak, seiring dengan kegia tan Anda surfi ng, dan menemukan websitewebsite baru yang menarik. Apalagi, saat Anda mengunjungi sebuah website dan ternyata Anda harus kecewa, karena berita pada website tersebut masih seperti yang Anda lihat terakhir kali atau belum di-update. RSS mengatasi permasalahan di atas, karena informasi-informasi tersebut yang akan datang kepada Anda, dapat Anda lihat melalui aplikasi dekstop yang khusus disediakan untuk keperluan tersebut (disebut dengan aplikasi RSS Feed Reader), atau RSS Feed Reader berbasis web, seperti Google Reader. Tentunya dari sisi developer website, harus menyediakan fi tur RSS dan meng-update berita terbaru pada website-nya, sehingga RSS Feed Reader dapat menampilkan perubahan content pada pengguna. Dalam hal ini, mungkin Anda melihat kemiripannya dengan newsletter yang dikirimkan melalui e-mail. Walaupun demikian, terdapat perbedaan nyata. Jika newsletter mengharuskan Anda untuk melakukan subscribe dan memasukkan alamat e-mail Anda, RSS tidak memerlukannya.

    RSS Feed Reader

    Anda yang ingin mendapatkan update berita dari website yang memiliki fi tur RSS, memerlukan suatu aplikasi untuk menampung content tersebut. Aplikasi ini dinamakan RSS Feed Reader atau disebut juga News Aggregator. Seperti telah disinggung sedikit di atas, RSS Feed Reader mengizinkan Anda untuk mengambil RSS feed dari berbagai website, dan menampilkannya untuk Anda baca, tanpa Anda perlu mengunjungi websitewebsite tersebut. Aplikasi RSS Feed Reader terbagi atas dua jenis, yaitu aplikasi desktop dan aplikasi web. Untuk aplikasi desktop, Anda harus men-download dan menginstalnya di dalam komputer Anda, sedangkan untuk aplikas web, Anda perlu mengunjungi situs yang menyediakan fasilitas RSS Feed Reader. Aplikasi desktop RSS Feed Reader yang tersedia sangat beragam, dikarenakan platform client yang mungkin berbeda-beda. Aplikasi desktop RSS Feed Reader pun tersedia dengan berbagai platform. Misalnya AmphetaDesk (http://www.disobey.com/amphetadesk) yang menyediakan AmphetaDesk untuk platform Windows, Mac, dan Linux. NewsGator dari http://www.newsgator.com bahkan menyediakan memampuan RSS Feed Reader yang terintegrasi dengan Outlook.

    RSS – Really Simple Syndication

    RSS pada artikel ini bukan merupakan singkatan dari Rumah Sangat Sederhana. Di dunia Internet, RSS dikenal sebagai sebuah teknologi yang dapat membuat Anda betah di “rumah”, dalam artian tidak selalu harus berselancar untuk mendapatkan informasi-informasi terbaru.

    FeedReader, aplikasi desktop RSS Feed Reader.

    (Resource Description Framework) standar, sebuah model metadata dengan variasi format dan sintaks. Pada pengembangan selanjutnya, RSS dikenal dengan sebagai Rich Site Summary, dan akhirnya sejak RSS 2.0, RSS dikenal dengan Really Simple Syndication. Format RSS saat ini berkiblat pada skema XML yang juga digunakan oleh teknologi lain, seperti Ajax. Seperti juga teknologi-teknologi lainnya, RSS terus berkembang dan mulai diarahkan juga untuk mendukung aplikasi peer-to-peer (P2P), sehingga mengizinkan aplikasi client men-download fi le secara otomatis pada saat RSS Feed Reader mendeteksi content baru. Setidaknya hal ini telah dimulai oleh aplikasi P2P BitTorrent. Bagaimana RSS Feed dibuat agar dapat dibaca dan ditampilkan RSS Feed Reader? Dalam hal ini Anda perlu memahami XML, juga terdapat perbedaan format antara versi-versi RSS. Untuk itu, Anda perlu memperhatikan header dan elemen RSS Feed yang digunakan pada masing-masing versi RSS. Wala pun demikian, semua RSS Feed harus mengikuti standar XML v1. Bagi Anda yang belum mengenal XML, XML atau Extensible Mark-up Language merupakan suatu spesifi kasi format yang dikembangkan oleh W3C, yang memang dikhususkan untuk keperluan dokumen web.

    XML menggunakan tag untuk menjelaskan content-nya, hal ini mirip dengan HTML (misalnya tag table, form, dan sebagainya pada HTML). Perbedaannya adalah pada XML Anda dapat membuat tag dengan nama yang Anda inginkan. Untuk memberi sedikit contoh dokumen XML yang membentuk RSS Feed, perhatikan kode berikut:

    http://localhost/news/con toh1.php

    Deskripsi berita Tue, 22 May 2007 07:15:12

    GMT http://localhost/news/test. html#item03

    Perhatikan bahwa kode XML di atas memiliki beberapa elemen/tag yang membentuk suatu data. Contohnya merupakan tag pembuka, dan ditutup dengan , di dalam tag tersebut dituliskan data lokasi berita yang dimaksud. Anda dapat juga menganalogikan dokumen XML dengan database, karena pada prinsipnya memang dokumen XML membentuk database (dengan tipe fi le teks) yang memiliki kolom dan baris. Kolom dalam hal ini adalah title, link, description, dan seterusnya. Dokumen XML di atas juga merepresentasikan satu baris/record data. Jika Anda ingin membuat data kedua, Anda dapat menuliskan dibawahnya dengan struktur yang sama, demikian seterusnya. Keunggulan dan kemudahan dari desain XML seperti contoh di atas adalah:

    1. Menghasilkan data yang langsung dan jelas.

    2. Dapat digunakan oleh Internet.

    3. Mendukung penggunaan yang luas dari berbagai aplikasi.

    4. Memudahkan pembuatan program yang membaca atau memroses dokumen XML.

    5. Dokumen XML dapat disiapkan dengan cepat dan mudah. Dengan keunggulan dan kemudahan tersebut,

    RSS dengan XML-based dapat dipergunakan pada berbagai kebutuhan. Selain membuatnya secara manual dengan text editor, Anda dapat juga menggunakan software dan tools yang tersedia di Internet untuk menciptakan RSS Feed. Contohnya adalah FeedForAll (http://www.feedforall. com), atau online tool seperti GoArticles, BlogStreet, Blog Harbor, dan lain-lain. Anda juga dapat menggunakan aplikasi web RSS Feed Reader. Beberapa penyedianya adalah My Yahoo (http://my.yahoo. com), Bloglines (http://www.bloglines.com), dan Google Reader (http://www.google. com/reader). Ambil contoh Google Reader. Jika Anda telah memiliki account e-mail Gmail, Anda dapat menggunakan username yang sama untuk mengakses Google Reader. Jangan lupa untuk mengaktifkan JavaScript enabled pada web browser yang Anda gunakan, agar fungsi-fungsi Google Reader berjalan. Baik aplikasi RSS Feed Reader berbasis web maupun desktop, harus memasukkan link sumber (link feed) pada aplikasi, agar content baru pada website bersangkutan dapat terbaca. Anda dapat memasukkan link feed secara manual, atau memasukkannya dari website yang bersangkutan. Umumnya website yang mendukung RSS, akan memiliki icon (umumnya bertuliskan RSS atau XML) yang dapat Anda klik, untuk kemudian memberikan pilihan untuk memasukkan link feed pada aplikasi RSS Feed Reader yang tersedia, Anda dapat memilih sesuai dengan aplikasi RSS Feed Reader yang Anda gunakan.

    RSS Feed dan XML

    Dari sisi developer website yang menyediakan fi tur RSS, Anda harus mengetahui secara lebih teknik mengenai RSS ini. Pada perjalanannya dari awal hingga saat ini, RSS memiliki berbagai versi, dimulai dari RSS 0.90 yang dibuat oleh Netscape. Pada saat itu, RSS dikenal sebagai RDF Site Summary. Penamaan ini berkaitan dengan ide draft pembuatannya yang menggunakan RDF

    Google Reader, aplikasi web RSS Feed Reader.

    Fungsi utama RSS adalah sebagai distribusi berita dan informasi, tetapi informasi seperti apa yang dapat diaplikasikan RSS? Banyak sekali ragam informasinya, yang tentunya akan menjadi nilai tambah bagi website Anda, jika fi tur RSS ini dapat menambah kenyamanan pengguna. Beberapa contoh penggunaan dan implementasi RSS adalah sebagai berikut:

    1. Headline Berita.

    Salah satu hal yang berbeda setiap hari adalah berita. Salah satu alternatif penyebaran berita dengan cepat hingga terbaca oleh Anda adalah melalui RSS.

    2. Lowongan Pekerjaan.

    Tidak dapat disangkal bahwa Internet merupakan salah satu sumber informasi bagi para pencari kerja, demikian juga sebaliknya. Perusahaan-perusahaan yang menyediakan lowongan kerja, mempercayakan Internet sebagai wadah untuk mencari kandidat-kandidat yang terbaik. Fitur RSS sangat membantu proses ini dengan mendistribusikan informasi mengenai lowongan pekerjaan pada pengguna.

    3. Jual Beli Barang.

    Menyerupai lowongan pekerjaan di mana terdapat supply dan demand dari dua pihak, jual beli barang di Internet juga melibatkan produsen dan konsumen yang saling membutuhkan. Tentunya menyenangkan bagi Anda, jika sebuah website menyediakan RSS sehingga Anda akan selalu mengetahui barang terbaru yang tersedia melalui RSS Feed Reader Anda.

    4. Jadwal Transportasi.

    Jasa transportasi merupakan salah satu jasa yang penting, dan tidak diragukan lagi sarana transportasi seperti kereta api, pesawat terbang, bis, dan lain-lain, sangat dibutuhkan masyarakat kota. Berita mengenai jadwal, delay, dan pengumuman lain yang dapat diedarkan melalui RSS akan menambah kredibilitas website penyedia informasi tersebut, ketepatan dan kecepatan update tentunya menjadi lebih urgent pada sisi ini.

    5. Pendidikan.

    Dunia pendidikan juga tidak lepas dari informasi, seperti pengumuman jadwal kuliah, libur, ujian, dan lain sebagainya.

    6. Hiburan.

    Salah satu bidang yang luas dan memberikan banyak kemungkinan untuk mengembangkan fi tur RSS untuk mendistribusikan berita hiburan. Berita dapat mengenai program televisi, fi lm, musik, permainan, atau suatu event. Masih banyak lagi contoh di mana Anda dapat menerapkan RSS pada website Anda.

    Atom

    RSS telah berkembang cukup pesat dan menandai kelahiran Atom, yaitu sebuah spesifi kasi syndication yang baru. Walaupun menimbulkan pro dan kontra dan perbandingan dengan RSS, bagaimanapun juga teknologi Atom ini hadir dengan tujuan memperbaiki kekurangan RSS. Kontra timbul karena Atom menggunakan spesifi kasi yang berbeda dengan RSS. Atom menggunakan sebuah format syndication yang juga XML-based, yang digunakan untuk web feed, dan Atom Publishing Protocol (APP) sebagai sebuah protokol HTTP-based untuk menciptakan dan meng-update website. Dengan perbedaan penggunaan dan masing-masing keunggulannya, baik RSS maupun Atom kini memiliki komunitasnya tersendiri.

    Website dengan RSS

    Dari sisi Anda sebagai pengguna, sekali lagi requirement yang dibutuhkan hanyalah sebuah RSS Feed Reader/News Aggregator, dan link URL dari RSS Feed yang bersangkutan. Sekali Anda memasukkan URL tersebut, maka RSS Feed Reader akan mengambil alih pekerjaan, dan selalu meng-update content dari link. Setelah Anda menentukan RSS Feed Reader favorit Anda, baik berupa aplikasi desktop atau aplikasi web, selanjutnya Anda tinggal mencari link atau RSS Feed yang ingin Anda masukkan. Proses memasukkan link ini umumnya disediakan secara otomatis oleh website yang memiliki fi tur RSS. Saat berselancar di dunia maya, Anda dapat memperhatikan apakah website favorit Anda menyediakan link RSS Feed. Hal ini dapat dengan mudah diketahui, karena umumnya website yang menyediakan RSS Feed menggunakan logo grafi k yang jelas untuk menandakan fi tur RSS. Logo tersebut umumnya bertuliskan RSS, XML, atau sebuah gambar gelombang radio. Anda akan merasakan kegunaannya, khususnya setelah Anda cukup banyak mendapatkan RSS Feed dari website-website tersebut, sehingga setiap hari Anda hanya perlu memantau RSS Feed Reader Anda untuk mengetahui informasi terbaru. Tidak seperti website yang pengunjungnya dapat di-tracking dengan mudah (misalnya dengan web counter yang menghasilkan jumlah pengunjung), RSS Feed memerlukan cara yang berbeda jika Anda ingin mengidentifi kasikan atau melakukan tracking terhadap pengguna. Salah satu cara tracking RSS adalah dengan menggunakan sebuah gambar transparan di dalam content, di mana gambar tersebut terhubung dengan server. Jumlah permintaan dapat diketahui dengan melihat log fi le pada web server. Selain itu, juga terdapat software pihak ketiga yang dapat memonitor request RSS Feed Anda. Data analisis disimpan dan disediakan oleh penyedia jasa tersebut. Apakah teknologi RSS ini suatu saat akan dapat menggantikan penggunaan email sebagai metode pengiriman content, mulai menjadi pembicaraan di kalangan profesional. Bagaimanapun, sejauh yang ditawarkan adalah kemudahan dan kenyamanan, metode apapun akan menjadi pilihan pengguna, dan RSS kini hadir sebagai salah satu alternatifnya._

    Logo sebagai indikasi RSS.

    _ http://www.rss pecifi cations.com/

    _ http://www.whatisrss.com/

    _ http://en.wikipedia.org/wiki/RSS_ (fi le_format)

    Disadur dari http://www.pcmedia.co.id

     
    • Koors 21:40 on 3 Juni 2008 Permalink | Balas

      wuih..
      oke banget om postinganye..
      boleh ditaro ditempat ane kaga? (kalo untuk link penulis sih pasti ditulis om).

      salam kenal om!

    • yayakmpf 14:52 on 10 Juni 2008 Permalink | Balas

      silahkan..
      salam knal jg

    • lambang 22:34 on 2 November 2008 Permalink | Balas

      goood………… goood………….. goood

  • Pemrograman OOP pada PHP [part I] 

    yayakmpf 22:45 on 11 May 2008 Permalink | Balas

    Artikel ini adalah seri pertama dari artikel berseri tentang OOP. Tentu saja OOP pada PHP. OOP adalah singkatan dari Object Oriented Programming, dalam bahasa jawanya pemrograman berorientasi objek, yaitu mengganggap bahwa segala sesuatu dalam bahasa pemrograman adalah object, benda seperti dalam dunia nyata. Bahkan variable pun bisa dianggap sebagai object (pada pemrograman yang OOP banget, macam java, javascript). Sekarang PHP mulai versi 5.x sudah mendukung secara penuh konsep OOP. Pada versi 4.x memang kita sudah bisa menggunakan OOP, tetapi core engine PHPnya sendiri belum begitu mensupportnya. Jadi jika anda ingin menggunakan konsep OOP dalam konstruksi logic web anda, lebih baik gunakan PHP versi 5.x. Saat ini sudah banyak hosting yang sudah mengupgrade versi PHPnya.

    OOP dalam PHP hampir mirip dengan OOP pada java. Jika anda sudah pernah belajar java atau javascript, OOP dalam PHP tidak begitu bermasalah. OOP PHP berbeda dengan PHP struktural. Pada OOP kita bisa membuat sebuah class yang berisi semua fungsi-fungsi yang biasa digunakan untuk proses web, misalkan proses query database, proses login, proses regular expression dll.Ingat bahwa fungsi dalam OOP adalah method. Dari class tersebut bisa dibuat sebuah object yang memiliki semua method yang saya sebutkan tadi, proses query, proses login, proses reqular expression dll. Tambahan lagi, dengan menggunakan OOP, pembuatan program menjadi lebih mudah dan cepat begitu juga konsistensi program akan terjaga. Anda juga bisa membuat template web dengan menggunakan OOP dimana ada method yang bertugas untuk membuat tampilan, misalkan tampilan header, sidebar, footer dll.

    Pada artikel selanjutnya saya akan membahas teknis dari OOP, contoh script OOP dan aturan singkat dalam OOP-PHP.

    Tutorial ini disadur dari : Bimoweb.com
     
  • OOP Pada PHP Part II : Membuat Dan Menggunakan Object 

    yayakmpf 22:41 on 11 May 2008 Permalink | Balas

    Setelah mengerti apa itu class, object dan method, langkah selanjutnya adalah dengan membuat modul class. Modul ini merupakan cikal bakal dari object yang akan kita buat. Object yang akan kita buat adalah object buku. Ini sebagai perumpamaan saja, agar lebih mudah mempelajari OOP pada PHP. Object buku memiliki method hal() dan nama_pengarang() (anda bisa menambahkan methodnya sesuai dengan keinginan anda, yang penting tahu bagaimana membuat method). Berikut ini contoh pembuatan object buku dan cara penggunaanya, bisa dibilang artikel ini adalah penjelasan+praktik OOP pada PHP yang paling sederhana. Singkatnya konsep.

    Pertama-tama membuat modul class buku. Ingat class belum menjadi object. Berikut kodenya (simpan dengan nama classbuku.php)

    <?php
    class buku{
    /*
    Di bawah ini adalah variable atau sama dengan propertis dari object
    yang nantinya akan dibuat.
    */
    public $hal=100;
    public $author="Abdul Kadir";
    public $harga=20000;
    public $judul="Gosip-gosip dengan PHP";

    /*
    Dibawah ini adalah fungsi construktor atau fungsi yang digunakan class ini untuk
    membangun dirinya (saya menerjehkannya seperti itu)
    Fungsi ini hanya ada dalam php 5, jika menggunakan PHP dibawahnya
    maka PHP akan mencari style yang digunakan untuk fungsi konstruk dengan cara
    mencari nama dari class tersebut.
    */
    public function __construct(){}

    /*
    Dibawah ini adalah contoh method yang paling sederhana
    yaitu akan mencetak isi dari propertis hal, yaitu yang memuat
    jumlah halaman buku
    */
    public function hal(){
    echo $this->hal;
    }
    /*
    Dibawah ini adalah method untuk mencetak properti author
    */
    public function author(){
    echo $this->author;
    }
    /*
    Dibawah ini adalah method untuk mencetak judul
    */
    public function Printjudul(){
    echo $this->judul;
    }
    /*
    Dibawah ini adalah method menjumlahkan 2 variable
    */
    public function hitung($a,$b){
    echo $a+$b;
    }
    }
    ?>

    File diatas adalah modul class, sedang dibawah ini adalah file PHP yang membuat dan memanfaatkan object dari class diatas. Simpan dengan nama buatclass.php

    <?php
    require_once("classbuku.php");
    /*
    Dibawah ini adalah cara
    Membuat object dari class yang kita buat tadi
    */
    $ObjBuku=new buku();
    /*
    Dibawah ini adalah cara menggunakan method yang telah kita buat tadi
    Method ini secara sederhana akan mencetak nilai dari properti dari object tersebut.
    */
    $ObjBuku->hal();
    echo " Halaman";
    echo "<br />";
    $ObjBuku->author();
    echo "<br />";

    /*
    Sedang dibawah ini adalah cara mudah untuk mengeset properti yang telah kita
    tentukan tadi. Mudah kan ? semula properti judul bernilai Gosip-gosip dengan PHP
    sekarang sudah diganti dengan Pemrograman PGP, eh salah PHP
    */
    $ObjBuku->judul="Pemrograman PGP, eh salah PHP";
    $ObjBuku->PrintJudul();
    /*
    Sedang dibawah ini adalah fungsi sederhana yang memerlukan parameter,
    fungsi dibawah ini akan menjumlahkan 2 nilai.
    */
    echo "<br />";
    $ObjBuku->hitung(10,99);
    ?>

    Semua file tersebut harus anda jadikan satu folder atau direktori jika tidak ingin mendapatkan kesulitan dalam menentukan path. Sebenarnya ada aturan khusus penggunaan awalan public pada setiap function. Pilihannya ada 3 public, private dan protected. Tentang aturan ini akan dibahas pada artikel mendatang. Pada artikel ini saya menggunakan awalan yang paling sering digunakan. Anda bisa mendownload file tersebut melalui link dibawah ini.

    Download contoh aplikasi PHP menggunakan OOP

    Tutorial ini disadur dari : Bimoweb.com

     
    • rohman 16:27 on 29 Juli 2009 Permalink | Balas

      mas, kok link downloadnya not found sich????

      Oya punya artikel ttg menampilkan isi Relasi tabel pada mysql nggak?

  • OOP Pada PHP[Part III] : Deklarasi Hak Akses Pada Property atau Method 

    yayakmpf 22:38 on 11 May 2008 Permalink | Balas

    Pada artikel berseri ini, kemarin telah dibahas dasar OOP pada PHP dan cara membuat class dan object pada PHP. Lanjutannya adalah masalah awalan dari varibel atau fungsi. Awalan disini maksudnya adalah deklarasi hak akses. Deklarasi hak akses untuk variable dan fungsi memiliki 3 jenis (yang paling umum digunakan). Yaitu :
    • Public
    • Private
    • Protected

    Masing-masing memiliki ketentuan-ketentuan yang mengikat. Untuk melangkah lebih jauh tentang OOP, saya rasa hal ini pantas untuk diketahui terlebih dahulu. Bagi yang sudah hapal dengan konsep ini, mohon saya jangan ditertawakan karena membahas masalah ini.

    Public

    Deklarasi hak ini berarti variable atau fungsi dengan awalan ini bisa diakses dari class manapun, baik class itu sendiri atau class turunan dari class yang memiliki variable atau fungsi itu. Deklarasi ini merupakan yang paling sering dan mudah digunakan. Tetapi penggunaanya tergantung dari kebutuhan dan kebijakan dalam keamanan program.

    Private

    Deklarasi ini berarti variable atau fungsi dengan awalan ini HANYA bisa diakses oleh class pemilik dari variable atau fungsi itu. Turunannya atau parentnya tidak bisa mengaksesnya.

    Protected

    Melindungi variable atau fungsi dari akses diluar class yang tidak mewarisi class tersebut.

    Kok kelihatannya sensift banget ? memang masalah keamanan adalah hal sensitif, kesalahan sedikit saja akan beraktibat bocornya sistem. Jadi penggunaanya tergantung dari kasus dan kebutuhan. Pada artikel mendatang akan dibahas tentang turunan atau inheritance.

    Tutorial ini disadur dari : Bimoweb.com

     
c
Tulis postingan baru
j
tulisan berikutnya/komentar berikutnya
k
tulisan sebelumnya/komentar sebelumnya
r
balas
e
sunting
o
tampilkan/sembunyikan komentar
t
ke atas
l
masuk ke log
h
show/hide help
esc
batal