Posts Mentioning RSS Toggle Comment Threads | Tombol Pintas

  • yayakmpf 09:25 on 20 May 2008 Permalink | Balas |  

    Kecerobohan IT Support yang Bisa Membahayakan Jaringan 

    Salah satu hal yang paling dikeluhkan support adalah kecerobohan yang dilakukan user. Namun sejujurnya, kita harus mengakui bukan pemula komputer saja yang mlakukannya. Seorang IT Support pun juga bisa melakukan kecerobohan. IT juga Manusia :D

    Gunakan log pada waktu menangani suatu masalah.
    Jika ada musibah yang menghancurkan komputer atau operating system gagal, dan Anda harus mulai lagi lagi awal. Situasinya bahkan tidak harus sedrastis itu; bagaimana jika Anda hanya melakukan perubahan baru yang tidak bekerja sesuai harapan, dan Anda tidak begitu ingat setting yang lama? Membuat dokumentasi memang membutuhkan waktu, tetapi sama seperti backup, itu patut dilakukan.

    Tidak Menyediakan Tempat untuk Log
    Salah satu cara untuk menghemat ruang harddisk adalah dengan tidak meng-enable log atau mengeset ukuran file log sekecil mungkin. Masalahnya adalah ruang harddisk relatif murah, dan berjam-jam menarik rambut pada waktu Anda menangani suatu masalah tanpa log, yang membantu Anda untuk mengetahui apa yang terjadi bisa jadi mahal, dalam hal uang dan frustasi. Beberapa aplikasi tidak meng-enable log mereka secara otomatis. Namun jika Anda ingin terhindar dari penderitaan pada waktu terjadi suatu masalah, lakukan filosofi “semua yang bisa di-log, harus di-log”.

    Tidak Meluangkan Waktu untuk Menginstalasi Update Penting
    Sindrom “Itu tidak akan pernah terjadi ke saya”, telah menjadi kejatuhan banyak jaringan. Ya, update dan patch kadang melumpuhkan aplikasi penting, menyebabkan masalah konektivitas, atau bahkan membuat operating system menjadi crash. Anda harus mengetes update secara menyeluruh, sebelum mengimplementasikan mereka untuk mencegah hal tersebut. Namun, Anda harus melakukannya sesegera mungkin, dan instalasi upadate begitu Anda anggap aman. Ingat bahwa Nimda dan virus besar lainnya atau worm telah membuat kerusakan sistem yang sulit diperkirakan, meskipun patch untuk mereka telah dirilis.

    Menghemat Waktu dan Uang dengan Tidak Melakukan Upgrade
    Meng-upgrade operating system dan aplikasi yang sangat kritikal bisa menghabiskan waktu dan mahal. Namun tidak melakukan upgrade untuk waktu yang lama bisa memberatkan beban Anda, terutama dalam hal sekuriti. Ada dua alasan untuk itu:

    Pertama, software baru biasanya mempunyai mekanisme sekuriti yang lebih banyak. Sekarang ini, fokus untuk menulis kode yang aman jauh lebih besar disbanding tahun-tahun dulu. Kedua, vendor biasanya menghentikan support untuk software lama setelah beberapa waktu. Itu berarti mereka tidak lagi merilis patch sekuriti untuk software tersebut. Jadi, jika Anda menjalankan software lama, Anda tidak terlindung dari ancaman-ancaman baru. Jika meng-upgrade semua sistem di organisasi Anda tidak memungkinkan, lakukan upgrade secara bertahap, dengan terlebih dulu memilih bagian yang paling rentan.

    Mengelola Password Secara Ceroboh
    Meskipun otentikasi multifaktor (smart card, biometric) semakin populer, sebagian besar organisasi masih bergantung pada user name dan password untuk masuk ke jaringan. Kebijakan password yang lemah dan pengelolaan password yang ceroboh, menciptakan link yang lemah sehingga memungkinkan penyerang untuk menyusup ke sistem Anda, tanpa perlu kemampuan teknis yang tinggi. _Beberapa manajer IT mempunyai gaya menajeman yang hebat dan beberapa ada yang kurang. Para manajer juga cukup sering melakukan kesalahan.

    Fokus pada Teknologi dan Bukan pada Bisnis
    Manajer TI biasa datang dari latar belakang teknis, baik infrastruktur atau pngembangan. Berdasarkan akar teknis,mereka cenderung memfokuskan diri ke bidang keahlian mereka sementara pada kenyataannya mereka harus mencari cara untuk men-support, menjalankan, dan meningkatkan bisnis. Untuk menjadi sukses, manajer TI harus menjadi pemimpin bisnis, dan mengubah fokus dan keahlian mereka ke isu dan masalah bisnis dulu.

    Berpikir “jauh di mata, jauh di hati”
    Penting untuk diingat bahwa dalam TI, tidak ada berita bukanlah berita baik. Manajer TI cenderung terus melangkah tanpa melihat kemajuan mereka. Pekerjaan paling besar adalah penilaian. Ada beberapa cara untuk melakukannya. Anda bisa melakukan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, dan Threats), atau Anda bisa melakukan penilaian TI secara formal. Anda bahkan bias menggunakan sistem scorecard untuk melihat di mana diri Anda.

    Berpikir Bahwa Tim Anda Telah Mengatasinya
    Pada acara TV “The Apprentice”, banyak tim yang berakhir karena si pemimpin mendelegasikan pekerjaan, tetapi tidak terus mengikuti untuk memastikan pekerjaan dilakukan dengan benar. Sudah menjadi tugas pemimpin untuk memastikan bahwa pekerjaan dilakukan dengan benar.

    Tidak Menginspeksi Apa yang Diharapkan
    Kesalahan ini bersumber dari kesalahan nomor 3, tetapi bias dibawa terus ke dalam aspek TI yang lain. Sebagai contoh, Anda mengharapkan performa yang baik dari server, tetapi tidak punya sistem untuk memastikan mereka bekerja pada kemampuan penuh. Pada akhirnya ini akan menuju ke perencanaan yang buruk, anggaran, karyawaan, dan seterusnya. Untuk menghindari hal tersebut, buat daftar lengkap ekspektasi untuk seluruh bagian Anda. Ini bisa meliputi proyek kritikal, performa jaringan dan server, kepuasan client, dan seterusnya. Cek lagi daftar tersebut untuk memastikan Anda telah menginspeksi semua ekspektasi. Buat checklist atau buat daftar disiplin harian untuk melihat semua yang perlu diinspeksi tiap hari.

    Tidak Membuat Perkongsian dengan Manajemen
    Banyak manajer TI yang melapor ke bagian operasional dan keuangan, daripada ke direktur. Satu-satunya cara supaya TI menjadi efektif dan elemen bisnis yang strategis adalah melalui perkongsian dengan para eksekutif. Anda harus membuat laporan, pengamatan, dan kepemimpinan Anda mempunyai Password harus panjang dan kompleks (atau lebih baik lagi, suatu kalimat), meminta user untuk mengganti mereka secara rutin, dan jangan perbolehkan penggunaan password yang sama secara berulang-ulang. Implementasikan kebijakan password melalui group policy Windows atau produk pihak ketiga. Pastikan bahwa user tahu pentingnya merahasiakan password, dan beritahu cara-cara yang mungkin dilakukan oleh orang lain untuk mengetahui password mereka. Jika memungkinkan, implementasi metode otentikasi kedua, selain password atau PIN.

    Ingin Selalu Menyenangkan Semua User
    Administrator jaringan bukanlah pekerjaan untuk seseorang yang harus disukai oleh semua orang. Anda seringkali akan membuat dan mengimplementasikan yang tidak disukai oleh user. Tahan keinginan untuk membuat pengecualian (“oke, kita akan mengonfi gurasi fi rewall supaya Anda bisa menggunakan instant messaging, karena Anda memintanya dengan sopan.”) Sudah menjadi tugas Anda untuk melihat bahwa user mempunyai akses yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan mereka, dan tidak lebih.

    Ingin Selalu Mempersulit User
    Sama seperti pentingnya untuk bersikap tegas pada waktu sekuriti atau integritas jaringan dipertaruhkan, penting juga untuk mende ngar manajemen dan user Anda. Cari tahu apa yang mereka butuhkan untuk melakukan pekerjaan mereka, dan permudah mereka sebisa mungkin tetap di dalam batas tugas Anda (jaringan yang aman dan andal). Jangan sampai lupa alasan awal mengapa jaringan itu ada: supaya user bisa berbagi fi le dan perangkat, mengirim dan menerima email, mengakses Internet, dan seterusnya. Jika Anda mempersulit hal tersebut, mereka akan mencari cara untuk melewati prosedur sekuriti Anda, yang mungkin akan mendatangkan ancaman yang lebih buruk.

    Membuat Diri Anda Tidak Tergantikan dengan Tidak Melatih Orang Lain untuk Melakukan Pekerjaan Anda
    Ini merupakan kesalahan yang sering dilakukan di dunia bisnis, tidak hanya di TI. Anda pikir jika hanya Anda yang tahu bagaimana konfi gurasi mail server atau di mana semua switch berada, maka pekerjaan Anda akan aman. Ini juga yang menjadi alasan lain mengapa beberapa administrator tidak mendokumentasikan konfi gurasi jaringan dan perubahannya. Fakta yang menyedihkan adalah: tidak ada yang tidak tergantikan. Jika Anda mengalami kecelakaan keesokan harinya, perusahaan akan tetap berjalan. Sifat Anda yang merahasiakan segalanya akan membuat sesuatunya menjadi jauh lebih sulit bagi penerus Anda, tetapi pada akhirnya ia akan tahu. Sementara itu, dengan tidak melatih orang lain untuk melakukan pekerjaan Anda, bisa berarti Anda mengunci diri sendiri ke dalam posisi tersebut sehingga sulit untuk mendapatkan promosi, atau bahkan liburan._

    Terus Menguras Tenaga
    Banyak manajer IT yang tidak berlibur dalam setahun atau lebih dan secara rutin bekerja lebih dari 70 jam seminggu. Ini bukan hanya kesalahan, tetapi juga resep bencana. Kadang kita berpikir bisnis tidak akan berjalan tanpa kita. Yang sebenarnya adalah bisnis tidak bisa berjalan, jika kita terus memaksakan diri. Itu hanya mendorong turunnya produktivitas, dan pada akhirnya, Anda menyerah atau tidak puas. Tolonglah diri Anda, bisnis Anda, karyawan Anda, dan keluarga Anda, dan berliburlah.

    Tidak Mengetes Backup
    Salah satu aspek pekerjaan yang paling penting adalah memastikan backup yang andal. Kegagalan pada hardware tidak tidak dielakkan. Meskipun ada fault tolerance, tetapi itu juga bias gagal. Jangan pernah sedikit pun menganggap bahwa jika Anda punya tape dan jika semuanya terlihat oke di sistem Anda, maka semuanya oke. Anda harus mengetes backup secara reguler. Lakukan tes kerusakan, dan pastikan Anda bisa memulihkannya.

    Tidak Meminta Bantuan
    Manajer dan support yang mencoba mengatasi masalah sendiri tanpa memberitahu orang lain atau bahkan membaca manual, bisa berakibat fatal. Jika terlalu sulit, mintalah bantuan. Kunci manajemen TI yang sukses adalah bukan mengetahui jawaban yang benar; tapi bisa mencarinya dan menjalankan solusi secepat dan seefi sien mungkin. Jangan ragu untuk mendatangkan para ahli jika dibutuhkan.

    Tidak Meluangkan Waktu untuk Pengembangan Diri
    Tidak ada alasan untuk kesalahan ini. Pengembangan diri bukanlah tanggung jawab perusahaan, tapi Anda. Setiap manajer TI hendaknya meluangkan waktu paling sedikit 30 menit untuk pengembangan diri. Yang sering menjadi alas an adalah kurangnya waktu atau uang. Jawabannya ada di berhasil tidaknya pengaturan uang dan waktu.

    Tidak Mencari Penasihat Atau Pelatih
    Cara paling cepat untuk berhasil adalah dengan mencari seseorang yang ada di situ, dan kemudian meniru orang tersebut. Jalan paling cepat ke penderitaan, kerja keras, dan kegagalan adalah dengan berjalan sendiri. Apakah Anda di manajemen atau bukan, Anda harus selalu punya penasihat atau pelatih, dan Anda harus menasihati atau melatih orang lain. Seorang pelatih akan membantu Anda untuk mendapatkan lebih dengan menanamkan kebijaksanaan, tanggung jawab, dan nasihat penting pada waktu dibutuhkan. Dengan melatih atau menasihati orang lain, Anda tidak hanya melakukan hal yang sama, tetapi juga memantapkan konsep Anda dengan mengajarinya ke orang lain.

    Disadur dari http://www.pcmedia.co.id

     
  • yayakmpf 01:40 on 14 May 2008 Permalink | Balas |  

    Setia setiap saat (sebuah renungan hidup) 

    Suatu ketika, ada seorang pedagang kaya yang mempunyai 4 orang istri.

    Dia mencintai istri yang keempat, dan menganugerahinya harta dan kesenangan yang banyak.
    Sebab, dialah yang tercantik diantara semua istrinya. Pria ini selalu memberikan yang terbaik buat istri keempatnya ini.

    Pedagang itu juga mencintai istrinya yang ketiga. Dia sangat bangga dengan istrinya ini, dan selalu berusaha untuk
    memperkenalkan wanita ini kepada semua temannya.
    Namun, ia juga selalu khawatir kalau istrinya ini akan lari dengan pria yang lain.

    Begitu juga dengan istri yang kedua. Ia pun sangat menyukainya. Ia adalah istri yang sabar dan pengertian.
    Kapanpun pedagang ini mendapat masalah, dia selalu meminta pertimbangan istrinya ini.
    Dialah tempat bergantung. Dia selalu menolong dan mendampingi suaminya, melewati masa-masa yang sulit.

    Sama halnya dengan istri yang pertama. Dia adalah pasangan yang sangat setia. Dia selalu membawa perbaikan bagi
    kehidupan keluarga ini. Dia lah yang merawat dan mengatur semua kekayaan dan usaha sangsuami.
    Akan tetapi, sang pedagang, tak begitu mencintainya.
    Walaupun sang istri pertama ini begitu sayang padanya, namun, pedagang ini tak begitu mempedulikannya.

    Suatu ketika, si pedagang sakit. Lama kemudian, ia menyadari, bahwa ia akan segera meninggal.
    Dia meresapi semua kehidupan indahnya, dan berkata dalam hati. “Saat ini, aku punya 4 orang
    istri. Namun, saat aku meninggal, aku akan sendiri. Betapa menyedihkan jika aku harus hidup sendiri.”

    Lalu, ia meminta semua istrinya datang, dan kemudian mulai bertanya pada istri keempatnya. “Kaulah yang paling
    kucintai, kuberikan kau gaun dan perhiasan yang indah. Nah, sekarang, aku akan mati, maukah kau mendampingiku dan menemaniku? Ia terdiam. “Tentu saja tidak, “jawab istri keempat, dan pergi begitu
    saja tanpa berkata-kata lagi.

    Jawaban itu sangat menyakitkan hati. Seakan-akan, ada
    pisau yang terhunus dan mengiris-iris hatinya.

    Pedagang yang sedih itu lalu bertanya pada istri ketiga.
    “Akupun mencintaimu sepenuh hati, dan saat ini, hidupku akan berakhir.
    Maukah kau ikut denganku, dan menemani akhir hayatku?
    Istrinya menjawab, Hidup begitu indah disini. Aku akan
    menikah lagi jika kau mati. Sang pedagang begitu terpukul dengan ucapan ini. Badannya mulai merasa demam.

    Lalu, ia bertanya pada istri keduanya. “Aku selalu berpaling padamu setiap kali mendapat masalah. Dan kau selalu mau
    membantuku. Kini, aku butuh sekali pertolonganmu. Kalau ku mati, maukah kau ikut dan mendampingiku? Sang istri menjawab pelan. “Maafkan aku,” ujarnya “Aku tak bisa menolongmu kali ini. Aku hanya bisa mengantarmu hingga ke liang kubur saja. Nanti, akan kubuatkan makam yang indah buatmu.
    Jawaban itu seperti kilat yang menyambar. Sang pedagang kini merasa putus asa.

    Tiba-tiba terdengar sebuah suara. “Aku akan tinggal denganmu. Aku akan ikut kemanapun kau pergi. Aku, tak akan
    meninggalkanmu, aku akan setia bersamamu. Sang pedagang lalu menoleh ke samping, dan mendapati istri pertamanya disana. Dia tampak begitu kurus. Badannya tampak seperti orang yang kelaparan. Merasa menyesal, sang pedagang lalu bergumam, “Kalau saja, aku bisa merawatmu lebih baik saat ku mampu, tak akan kubiarkan kau seperti ini, istriku.”

    Renungan :

    Teman, sesungguhnya kita punya 4 orang istri dalam hidup ini.
    Istri yang keempat, adalah tubuh kita. Seberapapun banyak waktu dan biaya yang kita keluarkan untuk tubuh kita supaya tampak indah dan gagah, semuanya akan hilang. Ia akan pergi segera kalau kita meninggal. Tak ada keindahan dan kegagahan yang tersisa saat kita menghadap-Nya.

    Istri yang ketiga, adalah status sosial dan kekayaan.
    Saat kita meninggal, semuanya akan pergi kepada yang lain.
    Mereka akan berpindah, dan melupakan kita yang pernah memilikinya.

    Sedangkan istri yang kedua, adalah kerabat dan teman-teman.
    Seberapapun dekat hubungan kita dengan mereka, mereka tak akan bisa bersama kita selamanya.
    Hanya sampai kuburlah mereka akan menemani kita.

    Dan, teman, sesungguhnya, istri pertama kita adalah jiwa dan amal kita. Mungkin, kita sering mengabaikan, dan melupakannya demi kekayaan dan kesenangan pribadi. Namun, sebenarnya, hanya jiwa dan amal kita sajalah yang mampu untuk terus setia dan mendampingi kemanapun kita melangkah. Hanya amal yang mampu menolong kita di
    akhirat kelak.

    Jadi, selagi mampu, perlakukanlah jiwa dan amal kita dengan bijak. Jangan sampai kita menyesal belakangan.

     
  • yayakmpf 13:40 on 14 March 2008 Permalink | Balas |  

    Nasihat Warren Buffet buat anak muda 

    Tulisan berikut merupakan rangkuman 1 jam wawancara dengan Investor Legendaris nomor satu di dunia di CNBC.
    Warren Buffet saat ini adalah orang terkaya nomor satu di dunia versi majalah Forbes, dengan aset pribadi sebesar $ 62 milyar (setara 619 triliun rupiah!!!).

    Buffet sekaligus filantrop/dermawan nomor satu dunia yang telah menyumbangkan lebih
    dari $ 31 miliar (sekitar Rp. 300 triliun!!!) dana pribadinya untuk sumbangan-sumbangan…

    Berikut 9 aspek kehidupan Buffet yang sangat menarik:

    1. Buffet memulai investasi sahamnya pada usia 11 tahun, dan ia sangat menyesal memulai investasi saham di usia yang terlambat

    2. Dia membeli sebuah lahan pertanian kecil pada usia 14 tahun dari hasil tabungannya menjadi loper koran

    3. Dia tetap hidup sederhana dengan gaya hidup yang tidak berubah, memiliki rumah dengan 3 kamar tidur kecil di kota kecil Omaha, yang ia beli setelah ia menikah 50 tahun yang lalu, Rumahnya tidak memiliki pagar.

    4.Dia mengendarai mobilnya sendiri tanpa seorang sopir ataupun bodyguard di dekatnya

    5. Dia tidak pernah bepergian menggunakan jet pribadi, walaupun ia memiliki perusahaan jet pribadi terbesar di dunia

    6. Perusahaannya, Berkshire Hathaway, memiliki 63 perusahaan.
    Ia hanya menulis 1 surat setiap tahun ke CEO perusahaan2nya tersebut, memberikan mereka tujuan bisnis yang harus dicapai setiap tahunnya.
    Ia tidak pernah mengadakan meeting atau menelepon CEO2 tersebut,
    Ia hanya memberikan 2 buah peraturan:
    1. Rule number 1: Jangan pernah membuat rugi para pemilik saham
    2. Rule number 2: Jangan pernah lupa Aturan nomor 1

    7. Ia tidak pernah bersosialisasi di klub-klub orang kaya.
    Waktu luangnya setelah ia tiba di rumah ia gunakan untuk membuat popcorn,
    dan menonton TV

    8. Bill Gates, mantan orang terkaya di dunia,
    tidak pernah berminat untuk menemui Buffet karena tidak melihat adanya kesamaan yang mereka miliki, namun 5 tahun yang lalu Bill mencoba membuat agenda untuk bertemu dengan Buffet hanya selama 30 menit. Namun meeting tersebut justru berlangsung selama 10 jam, Bill berbincang-bincang lama sekali dengan Buffet.

    9. Buffet tidak pernah membawa hanphone, maupun PC/laptop di mejanya,

    Nasehatnya untuk Anak Muda:

    ‘Stay away from credit cards and invest in yourself and remember:

    1. Uang tidak menciptakan manusia. Namun manusia bisa menciptakan UANG….

    2. Jalani kehidupan Anda sesederhana diri Anda sendiri. Yang penting diri Anda NYAMAN…

    3. Jangan lakukan apa yang orang lain katakan.
    Dengarkan saja mereka, namun lakukanlah hanya apa yang membuat Anda
    merasa nyaman (feel good)

    4. Jangan membeli barang karena merknya.
    Kenakanlah pakaian yang memang membuat Anda merasa nyaman.

    5. Jangan menghabiskan uang Anda untuk barang-barang yang tidak penting.
    Gunakanlah uang Anda secara bijaksana untuk kebutuhan yang memang
    benar-benar Anda perlukan.

    6. Akhirnya, ini semua adalah kehidupan Anda.
    “Hidup ini hanya sekali. Mengapa Anda harus memberikan orang lain kesempatan
    untuk mengatur hidup Anda?. Hiduplah dengan gaya Anda sendiri, yang penting
    Anda senang, Anda puas, Anda nyaman, & Anda bahagia…

    TETAP SEMANGAATTTT!!!!

    BANGKITLAH GENERASI MUDA INDONESIA!!!

     
  • yayakmpf 08:18 on 4 March 2008 Permalink | Balas |  

    Tarif progresif PLN ditunda (news update) 

    JAKARTA – Satu lagi program penghematan energi batal setelah ramai diberitakan. Mirip dengan nasib pembatasan BBM bersubsidi, pemberlakuan insentif dan disinsentif tarif listrik yang sedianya diberlakukan 1 Maret, urung diberlakukan. Sikap maju mundur pemerintah itu malah menciptakan keresahan di masyarakat.

    Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro menyatakan, pemerintah meralat pengumuman pemberlakuan program insentif dan disinsentif tarif listrik. “Ditunda dulu,” ujarnya usai Raker ESDM dengan Komisi VII DPR kemarin (3/3).

    Penundaan itu memang tiba-tiba. Hingga kemarin siang, Direktur Pelayanan Pelanggan dan Niaga PT PLN Sunggu Anwar Aritonang masih menyatakan bahwa program insentif dan disinsentif diberlakukan 1 Maret. Bahkan, PLN telah melakukan sosialisasi hingga ke tingkat ranting PLN melalui pengumuman bernomor 02 PM/DIR/2008 tertanggal 29 Februari 2008.

    Bagaimana hal itu bisa terjadi? Purnomo berkilah belum ada instruksi resmi dari Kementerian ESDM selaku regulator di sektor energi kelistrikan kepada PLN untuk memberlakukan tarif listrik progresif. “Kami berpegang pada petunjuk presiden,” ujarnya.

    Dia mengatakan, instruksi presiden sudah jelas. Yakni, dilakukan sosialisasi, baru dilakukan secara bertahap dan diuji coba dahulu. Hal itu, lanjut dia, sudah disampaikan kepada Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi (LPE) dan direksi PLN selaku pelaksana di lapangan. “Jadi, sekali lagi, belum ada instruksi resmi,” tegasnya.

    Seperti diwartakan, dalam rangka menghemat subsidi listrik, pemerintah melalui PLN memberlakukan tarif progresif kepada semua pelanggan, baik rumah tangga, bisnis, maupun instansi pemerintah. Artinya, jika bisa berhemat, pelanggan berhak mendapat insentif atau diskon. Sebaliknya, jika boros, pelanggan akan dikenai disinsentif atau denda.

    Namun, program itu mendapat tentangan kuat dari banyak pihak karena dianggap merugikan masyarakat selaku pelanggan PLN. Program tersebut juga menjadi topik hangat di berbagai media dalam tiga hari terakhir. Itu semua terkait langsung dengan kepentingan puluhan juta pelanggan PLN di seluruh Indonesia.

    Selain itu, Komisi VII DPR yang membidangi sektor ESDM meminta program tersebut dikaji kembali. Ketua Komisi VII Airlangga Hartarto mengatakan, pihaknya memang sudah memanggil manajemen PLN pada 26 Februari lalu untuk meminta penjelasan terkait program insentif dan disinsentif. “Paparan PLN waktu itu kami anggap belum memuaskan. Karena itu, kami belum memberikan persetujuan dan meminta agar itu dikaji lagi,” katanya.

    Dari sini persoalan menjadi makin ruwet karena Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi J. Purwono mengaku sudah mengantongi persetujuan dari Komisi VII. Atas dasar itulah, pihaknya lalu memberi instruksi kepada PLN untuk menyosialisasikan program tersebut dan menjalankannya.

    Klaim itu langsung dibantah oleh hampir semua anggota Komisi VII. Akibatnya, raker kemarin sore sempat tegang. Airlangga Hartarto lantas meminta J. Purwono menunjukkan dokumen pernyataan resmi Komisi VII terkait hal tersebut.

    Purwono kemudian mengeluarkan dokumen risalah rapat antara Komisi VII dan manajemen PLN yang dilaksanakan pada 24 Januari 2008. Dalam risalah tersebut tertulis tiga poin.

    Pertama, Komisi VII menginstruksikan kepada PLN untuk melakukan sosialisasi tentang bagaimana cara berhemat listrik.

    Kedua, PLN diperbolehkan memberi penghargaan kepada pelanggan yang bisa berhemat. Ketiga, PLN diperbolehkan memberi sanksi kepada pelanggan yang boros listrik. “Inilah yang jadi pegangan kami,” ujarnya.

    Namun, hal itu dibantah Airlangga. Menurut dia, rapat pada 24 Januari adalah rapat panitia kerja (panja) sehingga tidak memiliki kewenangan memberikan rekomendasi terkait program insentif dan disinsentif. “Lagi pula, kami tidak merasa pernah mengeluarkan tiga keputusan tadi,” katanya.

    Anggota Komisi VII Effendi M.S. Simbolon kemudian melihat dokumen risalah tersebut. Di situ tertulis bahwa pimpinan sidang panja adalah Wakil Ketua Komisi VII Soetan Bhatugana. Namun, tidak ada tanda tangan pimpinan sidang.

    Ketika dicek di meja Sekretariat Komisi VII, ditemukan surat yang isinya sama, lengkap dengan tanda tangan Soetan Bhatugana. “Ini harus diusut di internal Komisi VII. Jangan sampai ada manipulasi,” tegasnya.

    Untuk meredam suasana, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro mengatakan bahwa terjadi misinterpretasi atas dokumen persetujuan tersebut. Karena itu, dengan klarifikasi tersebut, kini ada kesepahaman antara ESDM dan anggota dewan bahwa Komisi VII belum
    memberikan persetujuan pemberlakuan tarif progresif. “Jadi, pemerintah akan mengkaji kembali,” ujarnya.

    Usai sidang, Purnomo mengaku belum bisa menentukan kapan program tersebut diberlakukan. Apakah mulai April? “Itu bergantung seberapa hebat PLN melakukan sosialisasi di masyarakat. Jadi, belum bisa dipastikan,” katanya.

    Bagaimana tanggapan PLN? Direktur Pelayanan Pelanggan dan Niaga PT PLN Sunggu Anwar Aritonang, yang hingga kemarin pagi masih giat menyosialisasikan program tersebut di dua stasiun televisi dan sebuah stasiun radio, hanya tersenyum kecut. “Apa yang diputuskan pemerintah, itu yang kami ikuti,” tuturnya.

    Dirut PT PLN Eddie Widiono menambahkan, meski pemberlakuan program insentif-disinsentif tidak jadi diberlakukan pada 1 Maret, pihaknya tetap melanjutkan langkah sosialisasi dan mengajak masyarakat berhemat. “Ini pesan moral yang baik,” katanya.

    Eddie juga mengaku, hingga kemarin belum menandatangani surat persetujuan pemberlakuan program insentif-disinsentif. “Itu alasan teknis, misalnya terkait sosialisasi,” imbuhnya.

    Bagaimana implikasi ditundanya program tersebut terhadap target penghematan subsidi listrik Rp 10 triliun? Eddie mengatakan, target itu akan berat tercapai. Sebab, lanjut dia, angka tersebut dibuat dengan asumsi program insentif-disnsentif diberlakukan mulai 1 Maret. “Jadi, mungkin angkanya perlu di-adjust lagi,” ujarnya. (owi/kim)

    Source : http://www.jawapos.com/index.php?act=detail&id=10106

     
  • yayakmpf 05:49 on 4 March 2008 Permalink | Balas |  

    Siap Siap-siap Tagihan Listrik Bulan Maret Membengkak 

    Perusahaan Listrik Negara (PLN) mulai 1 Maret menerapkan tarif insentif dan disinsentif kepada konsumen. Jadi bersiap-siaplah untuk berhemat atau bersiapkan mendapat disinsentif alias denda untuk tagihan listrik Maret yang keluar bulan April 2008 membengkak.

    Ini karena PLN dengan kata lain menerapkan diskon atau denda atas penerapan tarif listrik progresifnya, yakni tarif dikenaikan sesuai besar kecilnya beban pemakaian listrik.

    PLN beralasan program tersebut dilakukan demi penghematan anggaran hingga Rp 15 triliun terutama biaya pembelian BBM. Penghematan dilakukan dengan menekan pemakaian listrik sebesar 20 persen dibanding rata-rata nasional 2007.

    Jika pelanggan bisa menekan pemakaian listriknya di bawah batas 80 persen maka pelanggan akan mendapatkan insentif tarif listrik berupa pengurangan beban pada bulan berikutnya. Tapi jika ternyata pemakaian pelanggan melebihi batas 80 persen itu, maka selisihnya akan dikenakan disinsentif.

    Namun rencana PLN ini menuai kritik dari banyak pihak baik dari kalangan DPR maupun Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI). PLN dituding melakukan kenaikan terselubung karena sulit bagi masyarakat kelas menengah bawah untuk melakukan penghematan dengan pemakaian listrik yang sudah seadanya.

    Belum lagi program tersebut juga tidak begitu dipahami oleh masyarakat karena minimnya sosialisasi. Tapi lagi-lagi PLN mengaku sudah melakukan sosialisasi. Entah melalui apa sosialisasinya, sehingga banyak masyarakat tak mengerti program itu.

    PLN juga akan membagikan 51 juta lampu hemat energi demi menyukseskan program itu. Total penghematan dari program lampu hemat energi ini diperkirakan mencapai Rp 1,52 triliun. Setelah dikurangi biaya LHE, penghematan bersihnya Rp 600 miliar.

    Seperti penjelasan PLN, tarif progresif ini ditentukan berdasarkan pemakaian rata-rata semua golongan pelanggan nasional selama tahun 2007.

    Berdasarkan data ini, rata-rata pemakaian pelanggan golongan R1 450 VA adalah 75 kilowatt hour (kWh), R1 900 VA sebesar 115 kWh, R1 1.300 kWh sebesar 201 kWh, R1 2.200 VA sebesar 358 kWh. Untuk golongan R2 (2.200 – 6.600 VA) sebesar 650 kWh dan R3 (> 6.600 VA) sebesar 1.767 kWh. Dari data tersebut, PLN menentukan angka 80% dari rata-rata pemakaian.

    Berikut tabel batas insentif dan disinsentif pelanggan
    Golongan Insentif DisinsentifR1 (450 VA) 60 kWh
    R1 (900 VA) 92 kWh
    R1 (1.300 VA) 160,8 kWh
    R1 (2.200 VA) 286,4 kWh
    R2 (2.200 – 6.600 VA) 520 kWh
    R3 (> 6.600 VA) 1.413,6 kWh

    Dari tabel di atas, misalnya jumlah pemakaian listrik pelanggan R1 – 450 VA pada bulan Maret di bawah 60 kWh, maka pelanggan tesebut akan mendapatkan insentif berupa pemotongan tarif. Sebaliknya, jika konsumsinya melebihi 60 kWh, akan dikenai disinsentif atau tarif yang lebih mahal.

    Perhitungan insentif ini adalah 20% dari selisih pemakaian rata-rata nasional dengan pamakaian pelanggan dikalikan tarif listrik. Sedangkan formula perhitungan disinsentif adalah 1,6 dikali selisih pemakaian pelanggan dengan 80% rata-rata pemakaian nasional dikalikan tarif listrik.

    Berikut contoh perhitungan insentif:
    Misalnya pelanggan R1 (450 VA), dengan jumlah pemakaian listrik bulan Maret sebesar 50 kWh. Perhitungannya adalah 20% x (75 kWh – 50 kWh) x Rp530 = Rp2.650.
    Nilai Rp2.650 ini adalah jumlah potongan (insentif) pelanggan tersebut. Rp530 adalah harga tarif dasar listrik untuk R1 yang paling mahal.
    Jadi, jumlah yang harus dibayarkan pelanggan ini adalah (50 kWh x Rp530) – Rp2.650 = Rp26.500 – Rp2.650 = Rp23.850.

    Berikut contoh perhitungan disinsentif:
    Misalnya jumlah pemakaian pelanggan R1 (450 VA) sebesar 90 kWh. Perhitungan nilai disinsentifnya adalah 1,6 x (90 kWh – 60 kWh) x Rp530 = Rp25.440.
    Jumlah yang harus dibayar pelanggan ini adalah (90 kWh x Rp530) + Rp25.440 = Rp47.700 + Rp25.440 = Rp73.140.

    Agar tagihan listrik tidak membengkak PLN juga sudah berkampanye penghematan listrik.

    Tips Hemat Listrik PLN

    Matikan lampu jika kita tidak menggunakannya.
    Gunakan lampu hemat energi yang terang (bukan bohlam lampu pijar)
    Cabut steker listrik barang elektronik yang tidak kita gunakan. Bisa juga menggunakan stop kontak untuk mematikannya.
    Gunakan alat penghemat listrik yang bagus.
    Matikan lampu, tv, radio, dll saat tidur.
    Pilih barang elektronik yang hemat listrik.
    Ajari anak dan keluarga untuk hemat energi listrik.
    Cabut charger ponsel saat indikator energi hp sudah penuh.
    Gunakan energi gas elpiji untuk memasak.
    Gunakan energi matahari untuk memanaskan air, dll.

    Source : http://detikfinance.com/index.php/de…2796/idkanal/4

     
  • yayakmpf 15:40 on 14 February 2008 Permalink | Balas |  

    9 kebohongan tentang global warning 

    9 Kebohongan Tentang Global Warming
    Nine Lies About Global Warming
    By Ray Evans

    1. Karbondioksida adalah polutan

    Karbondioksida merupakan gas non-toksik yang tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa yang penting bagi semua kehidupan di bumi. Semua tumbuh-tumbuhan hijau memerlukan karbondioksida untuk proses fotosintesis yang akan menghasilkan makanan bagi tumbuhan dan oksigen bagi manusia dan hewan. Dengan meningkatnya karbondioksida maka kecepatan pertumbuhan tanaman juga akan meningkat. Contohnya, meningkatnya konsentrasi karbondioksida di atmosfer dari 325 ppmv (parts per million by volume) pada tahun 1970 menjadi 375 ppmv saat ini, menjadikan hasil panen gandum Australia meningkat selama 30 tahun terakhir, yang merupakan bagian dari pengayaan karbondioksida.

    2. Abad ke 20 merupakan abad terpanas dalam sejarah dan dekade 1990-2000 merupakan yang terpanas

    Konferensi pers atas peluncuran Third Assessment Report oleh IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change) menunjukkan grafik temperatur belahan bumi utara dari tahun 1000 sampai 2000, grafik ini dikenal sebagai Mann’s Hockey Stick. Dari tahun 1000-1900 temperatur belahan bumi utara digambarkan mendingin 0.2°C. Dari tahun 1900-2000 temperatur menghangat 0.6°C.

    Tujuan dari grafik ini untuk meligitimasi klaim bahwa pemanasan pada abad ke-20 merupakan kejadian yang belum pernah terjadi sebelumnya; yaitu karena emisi anthropogenik (ulah manusia) karbondioksida; yang menuntut kebijakan dekarbonisasi harus diimplementasikan secepatnya.

    Tapi, periode Medieval Warm Period, dari tahun 800 sampai 1300, periode yang cukup hangat dimana Vikings dapat mendirikan koloni di Greenland yang berlangsung selama 300 tahun, tidak dimasukkan kedalam grafik!!! Periode Little Ice Age dari tahun 1560 sampai 1850 juga dihapus dari grafik ini.

    Medieval Warm Period ini merupakan fenomena global. Pada periode ini, Eropa menikmati kemakmuran pertanian dengan melimpahnya makanan dan pesatnya pertumbuhan populasi. Kala itu mereka membuat proses besar dibidang teknologi, penemuan seperti jam mekanik dan kincir angin, pendirian katedral besar, dan pembangunan kota dagang seperti Venice, Amsterdam, dan London. Merupakan suatu ironi bahwa para global warmers harus menghapus era yang luar biasa ini dari kampanye mereka.

    3. Bukti yang menyatakan emisi anthropogenik (ulah manusia) karbondioksida menentukan pemanasan saat ini

    Jika kita memplotkan temperatur global dan konsentrasi karbondioksida di atmosfer pada periode 1970-2000, kita akan mendapatkan korelasi yang beralasan, dan tampak masuk akal untuk mengatakan bahwa emisi anthropogenik yang menyebabkan pemanasan global. Korelasi yang baik tidak membuktikan sebab akibat antar dua variable, dan yang lebih penting, jika kita memperluas skalanya dan memplotkan konsumsi bahan bakar fosil (yang mewakili emisi anthropogenik) dengan perubahan temperatur dari 1860 sampai 2000, kita akan melihat tidak ada korelasi sama sekali. Perhatikan grafik ini!!!

    Perhatikan disini temperatur global meningkat dari 1860 sampai 1875, kemudian mendingin sampai 1890, meningkat sampai 1903, turun sampai 1918, dan meningkat drastis sampai 1941-42. Kita lalu mengalami pendinginan yang panjang sampai 1976, tahun dimana Pasific Climate Shift, dan sejak itu temperatur meningkat kira-kira 0.4°C. Tidak ada korelasi antara kurva temperatur dan kurva anthropogenik CO2 selama lebih dari 140 tahun!

    4. Konsensus ilmiah yang menyatakan emisi anthropogenik CO2 telah menyebabkan pemanasan global yang signifikan dan harus segera dibatasi untuk mencegah malapetaka di masa depan

    Beberapa hari sebelum COP (Conference of the Parties), sebuah pertemuan negara-negara yang meratifikasi UNFCCC (United Nation Framework Convention on Climate Change), yang diselenggarakan di Buenos Aires Desember 2004, Jurnal Science dipublikasikan Dr Naomi Oreskes, professor di University of California di San Diego. Dia mengklaim telah menganalisis abstrak – menggunakan keywords ‘climate change’- dari semua paper ilmiah yang terdaftar pada ISI database pada dekade 1993-2003. Tujuh puluh lima persen dari 928 abstrak yang dia analisis (yaitu 695) masuk kedalam kategori ‘baik secara implisit atau eksplisit menerima pandangan konsensus’. Untuk pertama kalinya bukti empiris menunjukkan kebulatan suara dengan konsensus terhadap emisi anthropogenik pada global warming.

    Dr Benny Peiser dari John Moores University di Liverpool memutuskan untuk meniru studi ini. Dia menemukan bahwa pencarian pada ISI database menggunakan keyword ‘climate change’ dari tahun 1993-2003 menunjukkan hampir 12.000 paper yang dipublikasikan dipertanyakan. Orekes kemudian mengakui bahwa dia menggunakan keywords ‘global climate change’. Hal ini mengurangi paper yang di-review menjadi 1247 yang mana yang telah diabstrakkan berjumlah 1117.
    Dari 1117 abstrak, hanya 13 (1%) yang secara eksplisit mendukung ‘pandangan konsensus’. Tiga puluh empat abstrak ditolak atau dipertanyakan tentang pandangan bahwa manusia adalah pendorong utama ‘pemanasan selama lebih dari 50 tahun pengamatan’.
    Orakes mengklaim bahwa ‘tidak ada satupun paper yang menentang [bahwa climate change saat ini alami]. Tapi, 44 paper menekankan bahwa faktor alam memainkan peranan penting ,jika tidak, merupakan kunci dari climate change saat ini.

    Dr Preiser mengirim surat ke Science untuk memuat hasil investigasinya. Science menolak untuk mempublikasikannya.

    Hendrik Tennekes, ahli fisika turbulen dunia, yang baru pensiun dari Director of Research, Royal Netherlands Meteorological Institute:

    Kekolotan para ahli climate menyebabkan kesalahpahaman yang disebabkan oleh pembicara, seperti yang dilakukan IPCC, tentang dasar ilmiah Climate Change. Karena itu, saya merespon ideology itu dengan menyatakan bahwa tidak mungkin fisika dapat menghasilkan dasar ilmiah yang dapat diterima secara universal untuk digunakan untuk mengambil kebijakan tentang climate change.

    Garth Paltridge dari Australia, ilmuan terkemuka yang telah pensiun dari jabatannya sebagai Director of the Antarctic CRC and IASOS di University of Tasmania, berkomentar:

    Tiap laporan [IPCC Assessment Report] diutarakan dengan cara tertentu agar tampak lebih meyakinkan dibandingkan laporan terakhir bahwa pemanasan rumah kaca berpotensi menyebabkan bencana kemanusiaan. Keyakinan itu tidak berasal dari cabang ilmu manapun. Tapi itu merupakan fungsi dari betapa kuatnya pernyataan tentang global warming diutarakan tanpa mendapat sanggahan dari komunitas ilmuan. Selama bertahun-tahun, opini dari komunitas itu telah dimanipulasi setidak-tidaknya mendukung secara pasif kampanye untuk mengisolasi – dan tentu saja memperburuk – keraguan ilmiah diluar pusat aktifitas IPCC. Audiens telah diposisikan untuk menerima. Dengan demikian mereka secara bertahap menjadi lebih mudah untuk menjual bencana efek rumah kaca.

    5. Emisi anthropogenik CO2 dan penyebab global warming yang lain bertanggung jawab tidak hanya pada peningkatan temperatur dan kekeringan, tapi juga terhadap meningkatnya badai salju, salju yang tidak pada musimnya, dan cuaca yang membekukan. Mereka juga bertanggung jawab terhadap meningkatnya jumlah angin topan.

    Tahun-tahun belakangan ini Amerika Utara, UK, dan Eropa Utara mengalami musim dingin yang parah (tapi tidak separah musim dingin 1946-47), menyebabkan cerita global warming mulai terlihat usang. Sehingga kata ‘climate change’ menggantikan global warming, dan penjelasan diletakkan di awal untuk menjelaskan mengapa peningkatan emisi anthropogenik CO2 dapat menyebabkan musim dingin yang parah dan juga musim panas yang terlalu panas. Puncak kampanye ini adalah film The Day After Tomorrow yang memperlihatkan New York dibanjiri salju dan es ketika global warming memicu datangnya jaman es berikutnya.

    Salah satu argumen yang sering dipakai adalah berhentinya arus teluk (Gulf Stream) oleh global warming beserta akibatnya yang menghebohkan seluruh Eropa. Carl Wunsch, Professor of Physical Oceanography pada MIT dan ahli kelautan dunia menyatakan:

    Satu-satunya cara untuk menghasilkan sirkulasi laut tanpa arus teluk adalah dengan cara mematikan sistem angin atau menghentikan rotasi bumi, atau keduanya.

    Beberapa bulan lalu (artikel ini dirilis Februari 06) di Florida, Louisiana dan Texas muncul beberapa angin topan besar. Katrina, khususnya, menyebabkan kerusakan yang luar biasa di New Orleans. Sekali lagi para global warmers dengan cepat menyalahkan ini semua pada global warming dan emisi anthropogenik. Swiss Re dan Munich Re adalah dua perusahaan asuransi besar yang melakukan semua yang mereka bisa untuk mendukung argumen yang menyatakan anthropogenik CO2 sebagai biang keladinya.
    Tidak ada bukti yang mendukung hal ini. Tidak ada korelasi antara kejadian dan keparahan angin topan dengan konsentrasi CO2 di atmosfer. Pembayaran klaim asuransi tentu saja meningkat. Hal ini karena warga Amerika bermigrasi ke daerah selatan yang lebih hangat. Florida mempunyai populasi 20 juta jiwa dan nilai real estate di daerah ini juga tentu ikut meningkat.

    6. Karena emisi anthropogenic, es kutub mencair dan permukaan laut meningkat. Peningkatan permukaan air laut dapat menenggelamkan negara-negara yang berada di Pasifik dan Samudra Hindia (gw – wah jg2 indonesia juga)

    Sebelum pertemuan AP6 di Sydney pada 11-12 Januari 06 (the Asia Pacific Partnership on Clean Developtment and Climate, APPCDC), permintaan perhatian dilakukan oleh perwakilan Pacific Island States. AOSIS (Alliance of Small Island States) mengklaim, karena global warming, permukaan air laut meningkat, pulau-pulau mereka kini berada di bawah permukaan air, dan permintaan khusus kepada Pemerintah Australia adalah untuk memberikan visa permanen kepada warga negara tersebut.

    Masalahnya adalah tidak ada bukti yang mendukung klaim mereka. The South Pacific Sea Level and Monitoring Project, menemukan tidak adanya bukti kenaikan permukaan air laut.

    Morner dan timnya melakukan investigasi yang mendalam pada klaim yang dibuat oleh IPCC bahwa Pulau Maldive di Samudra Hindia beresiko atas kenaikan permukaan air laut yang dipercepat oleh global warming. Dia menemukan bukti kuat bahwa permukaan air laut di pulau Maldive turun selama 30 tahun terakhir, dan dulunya pulau tersebut beserta penghuninya selamat dari peningkatan permukaan air laut. Yang jarang disinggung yaitu bahwa banyak dari pulau ini berada dekat perbatasan lapisan kerak bumi, yang pergerakannya bertanggung jawab atas naik turunnya pulau tersebut terhadap permukaan air laut.

    Global warmers berpendapat kenaikan permukaan air laut disebabkan oleh mencairnya es kutub dan oleh karena itu permukaan air laut juga meningkat. Tampaknya para global warmers tidak mengerti bahwa Es Arctic mengapung di laut Arctic, yang menghasilkan perbedaan kecil apakah ini berada pada bentuk es atau bentuk cair. Bentuk es (padat) mempunyai kepadatan 90% dari bentuk cair dan mengapung di dalam air.

    Kapanpun tayangan tentang kenaikan permukaan air laut muncul di TV, kita melihat gunung es lahir dari retakan lapisan es. Kita tidak melihat salju turun diatas lapisan es Antarctic beberapa ribu meter tingginya di atas permukaan laut dimana temperaturnya jarang sekali berada di atas titik beku. Pengamatan satelit pada lapisan es Greenland menunjukkan penebalan bukan pengurangan, dan lapisan es Antarctic mendekati keseimbangan.

    7. Kecuali emisi anthropogenik CO2 dikurangi 50-60 persen dari tingkat yang sekarang pada tahun 2050, maka pada tahun 2100 anak cucu kita akan menahan temperatur global antara 1.4 sampai 5.8°C lebih panas dari sekarang

    Klaim ini berdasarkan proyeksi yang berasal dari model yang dijalankan oleh computer canggih yang ditujukan untuk mensimulasikan respon atmosfer terhadap perubahan konsentrasi CO2. Klaim bahwa computer dapat melakukan ini dan menghasilkan hasil yang berarti dianggap omong kosong oleh ilmuan dalam bidang mekanika cairan, numeric modelling sistem kompleks, dan dalam bidang iklim.

    Misalnya, Hendrik Tennekes, menulis:

    tugas untuk menemukan semua mekanisme umpan balik non linier dalam mikrostruktur keseimbangan radiasi mungkin seperti mencari jarum dalam jerami. Ketaatan buta pada ide miring bahwa model iklim dapat dihasilkan mendekati aslinya melalui simulasi iklim adalah alasan utama mengapa saya tetap skeptis pada climate change. Dari latar belakang saya dalam bidang turbulensi saya menunggu hari hari dimana model iklim akan dijalankan dengan resolusi kurang dari satu kilometer. Masalah ramalan mengerikan dari aliran turbulen kemudian akan menurun pada ilmu iklim sebagai balas dendam.

    Reid Bryson, Emeritus Professor di University of Winconsin, dan dianggap oleh banyak ahli klimatologi sebagai ‘bapak klimatologi’ menulis:

    Sebuah model tidak lebih dari pernyataan formal tentang apa yang dipercaya si pembuat model mengenai bagian dunia yang dikerjakannya… mungkin butuh bertahun-tahun sebelum kapasitas pengetahuan manusia dan computer cukup untuk membuat simulasi yang beralasan… model yang digunakan mempunyai kesalahan yang sama, tapi hal ini tidak mengejutkan, karena pada dasarnya model yang satu adalah cloning dari yang lain.

    Bill Kininmonth dari Australia, direktur dari the National Climate Centre dari tahun 1986 sampai 1998 menulis:

    Kemampuan yang tampak pada computer model untuk mensimulasikan temperatur permukaan global dari abad 20 muncul dengan banyak asumsi dan kelemahan. Walupun IPCC membela diri, tidak mustahil untuk mengisolasi gas rumah kaca anthropogenik sebagai penyebab (atau bahkan penyebab utama) untuk mengamati pemanasan pada dua dan paruh dekade abad 20. Peningkatan glasier gunung sampai pertengahan abad 19, dan keberadaan mereka mundur, menunjuk ke arah proses alam skala besar yang secara sistematis mempengaruhi sistem iklim dalam jangka waktu yang lama. Apakah sistematis proses adalah proses internal iklim atau sebuah akibat dari luar, atau kombinasi keduanya, tidak dapat ditentukan dengan tingkat kepercayaan berapapun berdasarkan data dan alat analisis yang ada. Sudah sewajarnya, respon sensitif dari temperatur bumi terhadap serangan gas rumah kaca tidak dapat diskalakan dengan merekomendasikan kepada besarnya peningkatan temperatur global saat ini dan serangan dari gas rumah kaca anthropogenik seperti yang ditunjukkan dalam simulasi model komputer dari abad ke 20.

    8. Penyakit daerah tropis seperti malaria dan Demam Berdarah Dengue akan menyebar ke daerah beriklim sedang

    Dalam kebohongannya, klaim yang satu ini mengherankan. Segera setelah IPCC mengeluarkan argumen ini pada tahun 1995, diantara sekian banyak kasus, kasus Oliver Cromwell yang meninggal karena malaria di London pada September 1658 pada periode dingin yang istimewa di Inggris dijadikan alasan. Paul Reiter, mantan Chief of the Entomology Section, Dengue Section, di US Centre for Disease Control and Prevention di San Juan, dan sekarang pada Pasteur Institute di Paris menulis tentang malaria di Inggris dan Eropa Utara selama abad ke 17. Diskusinya tentang malaria memberikan pengetahuan yang sangat menarik tentang resiko hidup di daerah berpaya-paya seperti di daerah Westminster dan di muara pesisir Thames.
    Profesor Reiter berkomentar atas diskusi malaria dalam Second Assessment Report-nya IPCC:

    Literature ilmiah tentang penyakit yang disebabkan nyamuk sangatlah banyak, namun referensi babnya terbatas pada artikel ringan, banyak yang malah tidak jelas, dan hampir semuanya memberi kesan meningkatnya angka kejadian penyakit ini pada iklim yang menghangat. Kekurangan informasinya tidaklah mengejutkan : belum ada peneliti yang menulis riset paper tentang masalah ini! Lebih lagi, 2 dari penulis yang adalah dokter, telah menghabiskan hampir seluruh karirnya sebagai aktivis lingkungan. [salah satunya telah mempublikasikan artikel ‘profesional’ sebagai ‘ahli’ dalam 32 bidang, mulai dari keracunan merkuri sampai ranjau darat, globalisasi sampai alergi, dan virus West Nile sampai AIDS]

    Salah satu penulis yang berkontribusi adalah seorang entomologi, yang juga seorang yang menulis artikel yang tidak jelas tentang DBD dan El Nino, tapi yang paling menarik adalah artikel tentang keefektifan helm pada kecelakaan motor (ditambah satu paper tentang efek telepon seluler pada kesehatan).

    Reiter menunjukkan bahwa malaria dan penyakit tropis lainnya membutuhkan kondisi-kondisi tertentu selain temperatur dalam penyebarannya. Contohnya, dia telah menganalisis perbatasan Texas-Meksiko, dimana DBD lazim ditemukan di Meksiko dan jarang di Texas meskipun kondisi lingkungannya mirip. Yang membedakan hanyalah kondisi kehidupannya.

    9. Mematikan pembangkit listrik tenaga batubara dan menggantinya dengan sumber yang dapat diperbaharui seperti kincir angin dan tenaga matahari(atau bahkan tenaga nuklir) tidak akan menyebabkan kerugian ekonomi

    Ahli lingkungan bertahan menolak dampak ekonomi yang disebabkan dekarbonisasi. Di satu pengertian khusus mereka secara teoritis benar. Jika kita semua secara sukarela naik sepeda daripada motor; jika kita mau aliran listrik hanya mengalir di saat angin bertiup saja; jika kita siap untuk tidak memakai pupuk dan traktor lagi; jika kita siap untuk hidup seperti jaman nenek moyang kita dahulu di abad ke 19; kita semua masih dapat bekerja, walaupun bekerja di malam hari akan menjadi sulit karena tidak adanya listrik.

    Harga yang harus dibayar Australia jika membuang energy listrik berbasis batubara adalah sebagian besar industri ekspor akan mengalami kematian, yaitu pertambangan, pengolahan metal, pertanian, dan pengolahan makanan, yang membutuhkan energi besar dan menghasilkan untung dari penghematan energy. Energi berbasis batubara di Australia seharga $30-$40 per megawatt jam (MWh). Tenaga nuklir seharga $70-$80 per MWh, dua kali lipatnya. Kincir angin, yang menghasilkan listrik hanya jika angin bertiup, seharga $80-$130 per MWh, dan membutuhkan backup yang dapat diandalkan dan tentu saja menjadi tidak ekonomis. Energy matahari seharga antara $300-$500 per MWh dan tersedia hanya jika matahari bersinar.

    Sejumlah ekonom (di Australia) telah menaiki kereta global warming dalam rangka mempromosikan yang mereka sebut mekanisme pasar untuk mereduksi emisi karbon. Perdagangan emisi merupakan proposal yang murah. Semua rencana kotor ini berbeda-beda di pasaran, misalnya lisensi taksi. Setiap kota besar di Australia mempunyai lisensi yang membatasi jumlah taksi yang beroperasi. Hal ini menciptakan faktor tambahan yang meningkatkan nilai lisensi taksi, dan lisensi ini diperdagangkan dengan total order $250.000. Jika peraturan yang menyatakan pengemudi taksi harus memiliki lisensi dihapuskan, nilai lisensi akan menjadi nol.

    Lisensi ini menimbulkan pajak yang harus dibayar oleh pengguna taksi. Lisensi emisi untuk pembangkit energi atau kilang minyak akan dijalankan dengan cara yang sama. Yang tidak diketahui adalah seberapa besar pajak pada emisi karbon akan ditetapkan supaya pengguna listrik mau mengurangi konsumsi listrik mereka sampai batas yang ditetapkan. Contoh pengguna listrik besar misalnya peleburan aluminium dan pupuk tanaman, akan memindahkan perusahaan mereka ke negara lain. Perusahaan automobile Australia, yang sudah terancam oleh kompetisi internasional, akan ditutup. Dan efek dominonya akan menyebar ke seluruh ekonomi Australia menyebabkan pengangguran pada sektor industri pada awalnya dan kemudian merambah ke sektor lain (penulis artikel ini dan organisasinya berasal dari Australia).

    Dampak ekonomi tersebut juga akan berdampak pada politik. Tidak akan ada pemerintah yang memperkenalkan pajak karbon ini yang akan menang di pemilu, sementara itu dampak yang dibawa akan berlangsung lama.

    Kesimpulan

    Penipuan global warming telah menjadi peristiwa ilmiah paling luar biasa setelah periode perang. Begitu banyak orang, dan institusi, telah terperangkap dalam jaring ketidakjujuran, terkuasai pikirannya oleh aktivis lingkungan melalui NGO (non government organization) dan manipulasi mereka pada proses-proses IPCC, bahwa integritas ilmiah barat pada kondisi beresiko serius. Pembongkaran jaring ini akan menyebabkan banyak individu kehilangan reputasinya, tapi yang lebih penting, dalam merestrukturisasi institusi-institusi ilmiah yang telah mengikatkan reputasi mereka pada IPCC. Masalah tersebut sekarang menjadi agenda politik.

    __________________________________________

    ini artikel aslinya:
    Disini

     
c
Tulis postingan baru
j
tulisan berikutnya/komentar berikutnya
k
tulisan sebelumnya/komentar sebelumnya
r
balas
e
sunting
o
tampilkan/sembunyikan komentar
t
ke atas
l
masuk ke log
h
show/hide help
esc
batal